Presiden Brasil Ajukan Pembelaan Diri

Editor: Ivan Aditya

BRASIL (KRjogja.com) – Krisis politik di Brasil masih belum usai lantaran proses pemakzulan Presiden Dilma Rousseff masih belum tuntas. Sejak Dilma ditahan Mei lalu, wakilnya Michel Temer menjabat sebagai presiden sementara. Selama ditahan, Dilma berkukuh menolak semua tudingan terkait korupsi dan penyalahgunaan wewenang.

Seperti diketahui, Dilma ditangguhkan dari jabatannya karena dituding memanipulasi anggaran. Dilma juga dinyatakan bersalah karena telah mengeluarkan tiga putusan untuk memberikan kredit tambahan tanpa persetujuan Kongres pada 2015 lalu.

Hal ini telah membuat DPR Brasil mengajukan mosi tak percaya terhadap sang presiden. Dalam pemungutan suara, mayoritas atau 367 anggota DPR dari jumlah total 513 orang menyatakan setuju untuk memakzulkan presiden perempuan pertama di Negeri Samba tersebut.

Dengan hasil ini, kubu Dima kalah telah karena untuk proses pemakzulan, suara yang dibutuhkan hanya 342. Ini artinya raihan suara di DPR lebih dari cukup untuk membuat Dilma lengser. Namun, Dilma masih punya kesempatan untuk tetap mempertahankan jabatannya sampai 2018 mendatang jika mayoritas anggota Senat mendukungnya dengan memvoting "tak bersalah".

Pemungutan suara di tingkat Senat akan dilakukan pada Rabu, 31 Agustus 2016. Jika mayoritas anggota Senat mendukung Dilma, maka secara otomatis jabatan Dilma akan dipulihkan. Namun, jika sebaliknya yang terjadi, maka Michel Temer akan langsung disumpah sebagai presiden Brasil sampai tahun 2018 atau sebelum pemilu baru digelar. (*)

BERITA REKOMENDASI