Presiden Irak Ancam Mundur

Editor: Ivan Aditya

IRAK, KRJOGJA.com – Presiden Irak, Barham Salih, mengancam akan mundur karena tidak sepakat dengan calon pengganti perdana menteri yang diajukan parlemen yang dianggap pro-Iran. Sebab, perdana menteri sebelumnya, Adel Abdul-Mahdi, mundur akibat unjuk rasa besar-besaran yang merenggut nyawa 450 warga sipil.

Salih menolak calon PM yang diajukan fraksi Fatah yang dianggap pro-Iran di parlemen, Asaad al-Eidani. Dia adalah gubernur Provinsi Basra. "Saya tidak mendukung Asaad al-Eidani demi menghindari pertumpahan darah dan untuk menjaga ketertiban dan kedamaian masyarakat," demikian isi pernyataan Salih.

Setelah menyatakan hal itu, Salih langsung meninggalkan Ibu Kota Baghdad menuju kampung halamannya di Sulaimaniyah.

Sosok Asaad yang pro-Iran juga ditolak demonstran. Meski sebagian warga Irak memeluk Syiah, tetapi mereka mempunyai sentimen negatif dengan Iran.

Sebab, di masa lalu kedua negara terlibat perang besar. Akan tetapi, faksi Fatah mengecam pernyataan Salih. "Kami mendesak parlemen mengambil tindakan yang melanggar undang-undang dasar dan mengkhianati sumpah jabatan," demikian isi pernyataan Fatah.

Dalam UUD Irak, fraksi terbesar di Parlemen bisa mengusulkan nama perdana menteri dan harus disetujui presiden. Tenggat untuk menentukan perdana menteri baru sudah dua kali terlewat. (*)

BERITA REKOMENDASI