Presiden Kosovo Didakwa 10 Kasus Kejahatan Perang

Editor: Ivan Aditya

KOSOVO, KRJOGJA.com – Presiden Kosovo, Hashim Thaci, dilaporkan didakwa dengan sepuluh kasus dugaan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan dalam konflik di negara itu pada 1990-an. Dakwaan itu disampaikan oleh pengadilan di Den Haag, Belanda.

Dewan Spesialis Kosovo (KSC) mengatakan tak hanya Thaci, tapi kepala intelijen masa perang sekaligus mantan ketua parlemen Kosovo, Kadri Veseli, juga dituduh melakukan kejahatan perang.

Dia menambahkan, dakwaan terhadap kedua orang itu diajukan pada 24 April, tapi saat itu tidak diungkapkan secara terbuka.

“Surat dakwaan tersebut mendakwa Hashim Thaci, Kadri Veseli, dan tersangka lainnya bertanggung jawab secara pidana atas hampir 100 kasus pembunuhan,” kata KSC dalam sebuah pernyataan.

Pihak pengadilan mengatakan terdakwa juga menghadapi dakwaan lain seperti penghilangan orang secara paksa, penganiayaan, dan penyiksaan.

Kejahatan yang dituduhkan dalam dakwaan itu melibatkan ratusan korban yang diketahui berasal dari orang-orang Kosovo, Albania, Serbia, Roma, dan etnis lain serta termasuk lawan politik.

Jaksa mengatakan pihaknya memutuskan membuat tuduhan publik karena Thaci dan Veseli telah berulang kali menghalangipenyelidikan dan proses hukum KSC.

Saat dakwaan disampaikan, Thaci dilaporkan sedang mempersiapkan pertemuan puncak pada Sabtu mendatang di Gedung Putih dengan rekannya dari Serbia, Aleksander Vucic. Laporan dari media lokal menyatakan bahwa dia sudah berangkat ke Amerika Serikat.

Akan tetapi, utusan khusus AS untuk Serbia dan Kosovo, Richard Grenell, yang sekaligus mengatur pertemuan Gedung Putih mengatakan dalam sebuah kicauan di Twitter bahwa Thaci telah membatalkan pertemuan puncak setelah kasusnya diadili di Den Haag. (*)

BERITA REKOMENDASI