Proses Hukum Assange Dilanjutkan

Editor: Ivan Aditya

INGGRIS, KRJOGJA.com – Hakim Inggris menolak untuk menghentikan proses hukum terhadap pendiri WikiLeaks Julian Assange. Assange menghadapi tuduhan melanggar persyaratan jaminan saat mencari suaka di Kedutaan Ekuador di London sejak Juni 2012.

Keputusan tersebut membuat Assange mengalami kebuntuan proses hukum dan diplomatik, tanpa jalan keluar dari kedutaan tempat dia tinggal hampir enam tahun. Kecuali jika Assange memutuskan untuk menghadapi kemungkinan penangkapannya oleh polisi Inggris.

Di akun Twitter pribadinya, Assange mengatakan dirinya memiliki waktu tiga bulan untuk mengajukan banding atas keputusan tersebut. Namun dia tidak menyebutkan apakah akan melakukan hal itu. Assange mengatakan keputusan hakim itu berisi kesalahan faktual yang signifikan tanpa penjelasan.

Pria 46 tahun kelahiran Australia itu memasuki kedutaan untuk menghindari ekstradisi ke Swedia dalam menghadapi tuduhan kejahatan seks, yang sebenarnya dia bantah. Kasus di Swedia itu terjadi pada Mei tahun lalu, namun Inggris masih memiliki surat perintah penangkapan terhadap Assange atas pelanggaran persyaratan jaminan.

Pengacaranya berargumen bahwa pihak berwenang Inggris harus berhenti menangkap Assange, dengan alasan kepentingan umum. Namun Hakim Emma Arbuthnot menolak semua poin mereka dan mengkritik Assange. (*)

BERITA REKOMENDASI