Puluhan TKI di Hongkong Terlibat ISIS

Editor: Ivan Aditya

HONGKONG, KRJOGJA.com – Sekitar 45 orang dari 150 tenaga kerja Indonesia di Hong Kong dilaporkan terlibat dalam kegiatan kelompok militan ISIS, termasuk menikah dengan militan melalui internet. Fakta ini terkuak dalam sebuah laporan yang dirilis oleh Institut Analisis Kebijakan Konflik (IPAC).

Laporan itu menyebutkan, kesepian dan perasaan tidak cocok dengan lingkungan baru disebut sebagai alasan utama para perempuan ini akhirnya terjerat terorisme. "Beberapa perempuan ini ditarik oleh kekasih militan yang mereka temui di internet. Namun, beberapa dari mereka juga bergabung dengan ISIS sebagai jalan menuju emansipasi," ujar analis IPAC, Nava Nuraniyah.

Kecenderungan ini pertama kali terlihat dalam diri dua TKI perempuan yang ditahan atas tuduhan perencanaan bom bunuh diri di Bali dan Jakarta pada Desember 2016 lalu. Dari penyelidikan mendalam terhadap kedua perempuan ini, ditemukan satu kesamaan pendapat para TKI mengenai militan ISIS sehingga mereka rela melakukan apa pun demi kekasihnya tersebut.

Selain melalui jagat maya, para TKI itu biasanya bersentuhan dengan dunia terorisme melalui pertemuan komunitas-komunitas Muslim di Hong Kong. "Mereka biasanya mencari perasaan menyatu dengan komunitas yang sama di tengah lingkungan yang tidak mereka kenal," demikian bunyi laporan IPAC. (*)

BERITA REKOMENDASI