Pusaka RI yang Dijarah Belanda Saat Perang Bakal Dikembalikan

Tanpa menyebut Inggris Raya, penulis laporan itu, Gonçalves-Ho Kang You, mengatakan membangun sistem seperti itu dapat menjadi inspirasi bagi negara lain yang menghadapi klaim untuk repatriasi artefak yang dijarah.

Gonçalves-Ho Kang You mengatakan mengembalikan benda ke tangan yang benar tidak akan mencegah museum Eropa terus memamerkan benda pusaka, karena tersedia opsi pinjaman. “Belanda bebas mengatakan: kami ingin bisa memamerkan ini,” katanya. “Terkadang negara menginginkan kerja sama museum yang baik.”

Sejauh ini tanggapan menteri Belanda belum diumumkan, tetapi pihak pemerintah baru-baru ini mengambil garis proaktif terkait pemulangan tersebut.

Maret lalu, sebuah belati bertakhtahkan emas yang diserahkan oleh seorang “pangeran pemberontak” setelah kegagalannya pada tahun 1830 dalam pemberontakan melawan pemerintahan Belanda di Indonesia akhirnya diserahkan kembali ke Jakarta. 45 tahun setelah Belanda berjanji akan mengembalikannya.

Keris itu termasuk di antara sejumlah barang milik Pangeran Diponegoro yang telah diikrarkan pemerintah Belanda pada tahun 1975 untuk dikembalikan.(*)

BERITA REKOMENDASI