Putin Harap AS Komitmen Soal Gencatan Senjata Suriah

BISHKEK (KRjogja.com) – Presiden Rusia Vladimir Putin berharap Amerika Serikat (AS) berpegang teguh pada komitmen mereka di Suriah. Mantan agen KGB itu yakin, mengamankan gencatan senjata di negara yang terseret konflik sejak 2011 itu adalah tujuan bersama Moskow dan Washington.

Sebelumnya, Negeri Paman Sam dan Negeri Beruang Merah menyampaikan keinginan memperpanjang gencatan senjata empat hari di Suriah yang efektif berlaku Senin 12 September 2016. Meski keduanya mendukung sisi berbeda dalam konflik, Putin berharap janji itu dipenuhi.

“Mitra kami (AS) meminta adanya keterbukaan dan transparansi, tetapi mereka menyimpang karena kesulitan yang mereka hadapi yakni tidak bisa membedakan oposisi Suriah dari kelompok kriminal. Kami optimis janji yang diutarakan AS akan dipenuhi,” tutur Putin di Bishkek, Kyrgyztan, seperti dimuat Reuters, Sabtu (17/9/2016).

Sebagaimana diketahui, Rusia memihak kepada pasukan pemerintah Suriah di bawah Presiden Bashar al Assad. Di sisi lain, Amerika Serikat (AS) berpihak kepada pasukan pemberontak. Kesepakatan gencatan senjata tersebut sempat mengalami kebuntuan dalam prosesnya.

Kebuntuan terutama karena keengganan AS memasukkan Jabhat al Nusra ke dalam daftar kelompok yang harus ditumpas. AS berpendapat kelompok yang berafiliasi dengan Al Qaeda itu berada dalam kelompok moderat karena melawan ISIS, yang menjadi musuh bersama.

Setelah kewalahan dengan tingkah Jabhat al Nusra, AS mengusulkan kerjasama militer dengan Rusia. Lewat sejumlah negosiasi yang berakhir buntu, Menteri Luar Negeri AS John Kerry dan Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov akhirnya mencapai kesepakatan gencatan senjata di Jenewa, Swiss pada Jumat 9 September 2016. (*)

BERITA REKOMENDASI