Putin Tarik Pasukan dari Suriah

Editor: Ivan Aditya

SURIAH, KRJOGJA.com – Presiden Vladimir Putin terbang ke Suriah dan memerintahkan sebagian dari kontingen militer Moskow untuk mulai menarik diri per Senin (11/12/2017). Dia menyatakan tugas pasukannya di negara yang dilanda konflik berkepanjangan itu sebagian besar telah selesai.

Pemimpin Rusia yang diprediksi akan dengan mudah kembali terpilih dalam pemilu Maret ini mengumumkan hal tersebut saat melakukan kunjungan mendadak ke pangkalan udara Hmeymim di Suriah. Dalam kunjungan pertama sejak mengintervensi konflik ini, dia berbicara dengan Presiden Bashar al-Assad dan berpidato di hadapan pasukannya.

Usai babak pertama dalam kunjungan diplomatik tiga negara dalam satu hari ini, Putin yang belakangan semakin berpengaruh di Timur Tengah karena kekuatan militernya juga akan bertemu pemimpin Mesir dan Turki untuk berdiplomasi.

Kremlin pertama kali meluncurkan serangan udara di Suriah pada September 2015. Intervensi terbesar di Timur Tengah dalam beberapa dekade terakhir itu terbukti menguntungkan Assad dan kini Putin ingin membantu menengahi proses pedamaian setelah misi militernya selesai.

"Hanya dalam dua tahun, pasukan Rusia dan Suriah telah mengalahkan kelompok paling berpengalaman perang di antara semua teroris internasional," kata Putin di hadapan pasukannya.

"Sebagian yang signifikan" dari pasukan Rusia kini bisa pulang. "Kondisi untuk solusi politik di bawah pengawasan Perserikatan Bangsa-Bangsa kini telah tercipta," ujarnya. "Tanah Air menanti kalian." (*)

BERITA REKOMENDASI