Qiblatain, Saksi Sejarah Berpindahnya Kiblat Kaum Muslim

MADINAH, KRJOGJA.com- Jemaah haji dari seluruh dunia saat berada di Kota Madinah Saudi Arabia tidak akan pernah melepaskan kesempatan untuk menziarahi sejumlah tempat suci di kota tempat Rasulullah SAW dimakamkan tersebut. Ada tempat suci yang berupa pemakaman, namun tidak sedikit berupa masjid.

Menariknya, tempat-tempat tersebut memiliki kaitan langsung dengan Rasulullah Muhammad SAW semasa beliau hidup. Bahkan tempat-tempat itu juga menjadi saksi perjuangan Rasulullah SAW menegakkan Islam dan sejarah perjalanan Islam.

Tempat bersejarah yang perlu dikunjungi umat Islam ketika berhaji atau umrah, yakni Masjid Qiblatain. Masjid ini dikenal dengan dua arah kiblat. Masjid yang dulu bernama Masjid Bani Salamah itu menjadi saksi perpindahan arah kiblat kaum Muslim.

Terletak di Quba, tepatnya di atas sebuah bukit kecil di sebelah utara Harrah Wabrah, Madinah. Sejarah masjid dua kiblat ini diawali dengan kedatangan Nabi Muhammad SAW beserta beberapa sahabat ke Salamah untuk menenangkan Ummu Bishr binti al-Bara yang ditinggal mati keluarganya.

Ketika itu bulan Rajab tahun 2 Hijriyah, Rasulullah shalat Zhuhur di Masjid Bani Salamah. Beliau mengimami jamaah. Dua rakaat pertama shalat Zhuhur masih menghadap Baitul Maqdis Palestina. Sampai akhirnya malaikat Jibril menyampaikan wahyu pemindahan arah kiblat. Wahyu datang ketika Rasulullah menyelesaikan rakaat kedua.

Dalam Alquran surah al-Baqarah ayat 144, Allah berfirman, "Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan di mana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya. Dan sesungguhnya orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang diberi al-Kitab (Taurat dan Injil) memang mengetahui bahwa berpaling ke Masjidil Haram itu adalah benar dari Allah dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan.”

Begitu menerima wahyu ini, Rasul langsung berpindah 180 derajat, diikuti semua jamaah melanjutkan shalat Zhuhur menghadap Masjidil Haram. Sejak saat itu, kiblat umat Islam berpindah dari Baitul Maqdis, Palestina (menghadap ke utara dari Madinah) menuju Masjidil Haram (menghadap arah selatan dari Madinah). Masjid Bani Salamah ini pun dikenal sebagai Masjid Qiblatain atau Masjid Dua Kiblat.

Masjid ini selalu ramai dikunjungi jemaah umrah dan haji dari seluruh dunia. Saat ini, jemaah dapat mengetahui arah kiblat yang bertolak belakang dari sebuah tanda di atas mihrab masjid. Hampir selalu jemaah yang mengunjungi Qiblatain selalu mengabadikan saksi sejarah Islam tersebut dengan berfoto.  (Feb

BERITA REKOMENDASI