Ratusan Jemaah Ajukan Tanazul

Editor: Ivan Aditya

MAKKAH, KRJOGJA.com – Jelang kepulangan kloter awal gelombang I ke Indonesia, lebih 200 jemaah mengajukan tanazul. Proses yang dapat diartikan mutasi ini memang dimungkinkan untuk memajukan atau memundurkan waktu kepulangan.

"Tanazul tidak masalah selama memiliki alasan yang kuat serta adanya ketersediaan seat pesawat," ucap Kadaker Makkah, Subhan Cholid, Jumat (16/08/2019).

Namun begitu, secara prinsip tanazul paling utama diperuntukkan bagi jemaah sakit yang mendesak dipulangkan karena alasan kesehatan. Selanjutnya bagi jemaah yang keberangkatannya terpisah dari kloter karena beberapa sebab, seperti sakit saat di Embarkasi sehingga berangkatnya ditunda dan dibarengkan dengan kloter selanjutnya untuk kemudian digabungkan lagi saat di tanah suci.

"Atau bisa juga bagi jemaah yang waktu keberangkatan visanya belum turun sehingga diikutkan kloter selanjutnya tapi digabungkan saat di Arab Saudi. Dimungkinkan juga untuk jemaah tanazul ini mundur kepulangannya karena ingin mendampingi jemaah sakit lantas belum bisa diterbangkan sehingga harus ditunda. Memungkinkan pula bagi yang ingin memajukan karena urusan kedinasan," beber Subhan.

Meski begitu Subhan menyebut ada resiko ketika kloternya sudah kembali namun jemaah tersebut masih berada di Saudi. Sebab otomatis haknya akan pondokan dan konsumsi sudah selesai. Karena itulah kebutuhan selama di Saudi sambil.menunggu waktu kepulangan menjadi tanggungjawab masing-masing.

"Misalnya saja ada yang sakit mendadak beberapa hari jelang kepulangan. Jika ada catatan yang menjelaskan jemaah layak terbang dan untuk menghindari kambuh penyakitnha, maka akan diproses mutasi lebih cepat. Meski memang sesuai ketersediaan seat. Sebab pada dasarnya seat tiap kloter itu sudah penuh. Kalau ada seat kosong mungkin karena ada jemaah tidak jadi berangkat, sakit atau meninggal sehingga dapat diisi untuk pengajuan tanazul," urainya.

Dalam kesempatan tersebut, Subhan juga menjelaskan ketika ada perubahan jadwal yang sangat penting, misal terkait pernikahan sementara tidak ada seat dan ingin membeli tiket sendiri, hal itu dibolehkan. Asalkan saja ada salinan tiket untuk diserahkan pada Muassasah sebagai bukti pengurusan paspor yang dipegang mereka selama jemaah berada di Arab Saudi. (Feb)

BERITA REKOMENDASI