Rayakan Nyepi, Dubes RI di Belanda Pentas Tari Topeng Tua

DEN HAAG, KRJOGJA.com –  Perayaan Nyepi dan Saraswati yang berurutan ditandai Komunitas Bali di Belanda dengan merayakan #BaliSafe Culltural Festival 2018. Perayaan terasa sangat istimewa karena juga diikuti komunitas Hindu dari Eropa lain. Dalam perayaan tersebut  Duta Besar RI Den Haag, IGA Wesaka Puja mementaskan tari Topeng Tua dan Topeng Sidakarya.

Dalam pidatonya, Duta Besar RI Den Haag IGA Wesaka Puja menyampaikan keunikan dari harmonisasi permainan gamelan Bali sebagai harmonisasi yang diharapkan juga selalu hadir di Bali. Diharapkan tahun 2018, dengan perekonomian Belanda yang membaik, Bali harap Puja dapat menjadi salah satu tujuan utama wisata turis Belanda.  

“Penyelenggaraan #BaliSafe Cultural Festival 2018 merupakan strategi  untuk mempromosikan dan meningkatkan ketertarikan atas budaya Bali di Eropa. Sedikitnya sekitar 102.235 turis asal Belanda memgunjungi Bali di tahun 2017 ,” ungkap Wesaka Puja mengutip data  Dinas Pariwisata Pemprov Bali.  

Siaran pers Third Secretary Embassy of the Republic of Indonesia to the Netherlands Mrs NP Widhia S Asak yang diterima KRJogja.com, Senin (19/3/2018) pagi menyebutkan, #BaliSafe Culltural Festival 2018 diawali dengan persembahyangan bersama umat Hindu. Sedang Dharma Wacana mengenai makna Hari Raya Nyepi sebagai pengendalian diri melalui pelaksanan Catur Brata  disampaikan Wayan Sulestra.

Usai persembahyangan, Minggu (18/3/2018) waktu setempat, di Aula Nusantara digelar pertunjukan kesenian rakyat Bali. Mulai  Tari Pendet, Panyembrahma, Tari Baris, Panji Semirang, Truna Jaya, Sekar Jagad, Meli Sambuk di Dawan, Legong Keraton, Tari Hujan Mas, dan Joged Bumbung. Pergelaran tersebut semakin rancak karena  diiringi langsung oleh permainan gamelan yang semarak. Berbagai komunitas gamelan turut andil, antara lain Seka Gong Semara Cita Den Haag, Seka Gong Leiden, Seka Gong Saling Asah Belgia, dan Seka Gong Swara Shanti Amstelveen. #BaliSafe Cultural Festival 2018 dimeriahkan oleh sekitar 50 pemain gamelan, dan beberapa penari dari sanggar tari di Belanda, Italia, Belgia dan Jerman.  

Dijelaskan Widhia Asak, #BaliSafe Cultural Festival 2018 bertujuan menyegarkan kembali ingatan komunitas di Belanda, dan Eropa pada umumnya, akan pesona keindahan pulau Bali, dan juga situasi Gunung Agung yang sudah aman.(*)

BERITA REKOMENDASI