Referendum Thailand, Pemburu Pokemon Go ‘Cuti’

BANGKOK (KRjogja.com)  – Wabah permainan Pokemon Go merata di seluruh dunia, tak terkecuali di Asia. Bahkan, sejak dirilis resmi di Thailand pada Sabtu 6 Agustus, ribuan gamer langsung asyik memainkan game berbasis GPS ini.

Namun, para pemburu monster Pokemon di Negeri Gajah Putih harus cuti dulu satu hari ini. Pasalnya, Thailand sedang menggelar hajat besar yaitu referendum atas konstitusi mereka.

"Saya sarankan untuk para pemburu monster Pokemon, jika Pokemon langka muncul di tempat pemungutan suara (TPS), saya minta kerjasama Anda untuk tidak bermain game," ujar Ketua Komisi Pemilihan Umum, Supachai Somcharoen, sebagaimana dilansir Straits Times, Minggu (7/8/2016).  

Sejak peluncuran permainan ini secara global, Pokemon Go telah memicu kegilaan di seluruh dunia. Bahkan banyak pengguna permainan tersebut turun ke jalan-jalan dengan smartphone untuk berburu monster pokemon yang bisa muncul di tempat tidak terduga.

Referendum Thailand sendiri adalah yang pertama kali digelar semenjak tentara junta militer menggulingkan pemerintah yang terpilih secara demokratis pada 2014. Hari ini, rakyat Thailand  akan diminta untuk menerima atau menolak konstitusi baru militer.  

Junta militer yang berkuasa menyebut dokumen tersebut sebagai sebuah solusi untuk mengatasi krisis politik selama satu dekade ini. Namun, banyak kritik muncul dan draf ini dianggap sebagai upaya terselubung para junta militer untuk melanggengkan kekuasaan mereka. (*)   

BERITA REKOMENDASI