Rencana Israel Caplok Tepi Barat Menuai Penolakan

Editor: Ivan Aditya

QATAR, KRJOGJA.com – Menteri Luar Negeri Qatar, Muhammad bin Abdurrahman al-Thani melakukan pertemuan dengan pimpinan Hamas untuk membahas rencana pencaplokan Tepi Barat oleh Israel. Dalam pertemuan tersebut, Hamas dan Qatar sepakat menolak rencana kontroversial Israel.

Al-Thani yang melakukan pertemuan dengan sejumlah petinggi Hamas, Ismael Haniyeh, Musa Abu Marzuq, Izzat al-Rashak, dan Maher Obeid di Doha sepakat untuk memberikan dukungan bagi rakyat Palestina dan menolak rencana aneksasi Israel termasuk pendirian permukiman Yahudi.

Al-Thani mengatakan Qatar akan melanjutkan pendekatan penolakan rencana Israel dan mendukung upaya untuk mewujudkan persatuan nasional di Palestina.

Hamas dan Fatah sepakat untuk menolak rencana pencaplokan Tepi Barat yang disebut sebagai ‘Kesepakatan Abad Ini’. Kedua kelompok di Timur Tengah ini telah lama berselisih sejak Israel menguasai Jalur Gaza pada pertengahan 2007 lalu.

Penolakan aneksasi Israel bukan pertama terjadi. Sebagian komunitas internasional juga menentang langkah tersebut, termasuk China dan Inggris yang menyatakan keberatan.

Dalam sebuah wawancara dengan Palestine News Information Agency (WAFA), Dubes CHina untuk Palestina Guo Wei menegaskan jika negaranya menolak rencana Israel untuk mencaplok sebagian wilayah Tepi Barat, Palestina.

Guo menyoroti usulan empat poin Presiden Xi Jinping, yakni menyelesaikan masalah sesuai dengan “solusi dua negara”.

China juga mendukung pembentukan Negara Palestina yang merdeka dan berdaulat sesuai garis perbatasan 1967, dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kota. China menyebut hak-hak rakyat Palestina tidak dapat diganggu gugat. Juga hak Israel untuk hidup harus sepenuhnya dihormati. (*)

BERITA REKOMENDASI