Respon Ultimatum Arab, Qatar Kerja Sama dengan Amerika

Editor: Ivan Aditya

AMERIKA, KRJOGJA.com – Qatar mengklaim tengah bekerja sama dengan Amerika Serikat (AS) serta Kuwait untuk merespons daftar ultimatum yang dikeluarkan oleh Arab Saudi. Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Qatar, Sheikh Mohammed bin Abdulrahman al-Thani, menyebut 13 ultimatum yang dikeluarkan Saudi itu tidak dapat diterima.

Pada daftar yang disebut dibuat oleh Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Mesir itu terdapat sejumlah permintaan yang harus diikuti Qatar jika ingin menormalisasikan hubungan diplomatiknya. Qatar diberikan waktu 10 hari untuk menjalankan tuntutan tersebut.

Hanya berselang beberapa hari sebelum batas akhir ultimatum tersebut, Al-Thani mengatakan bahwa Qatar, yang dibantu AS dan Kuwait, sedang mempersiapkan responsnya. “Kita harus menetapkan kondisi terlebih dahulu untuk melanjutkan perundingan ini,” ujar Menteri Luar Negeri Qatar tersebut saat berada di Washington.

Al-Thani menegaskan, konflik diplomatik serta ultimatum tersebut mengancam keberadaan Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) yang beranggotakan Arab Saudi, Qatar, Uni Emirat Arab, Bahrain, Kuwait, dan Oman. “Kami yakin ini adalah tanda tanya besar untuk masa depan GCC. Ketika ancaman tersebut datang dari dalam GCC, ada kecurigaan tentang keberlanjutan organisasi tersebut,” tuturnya. (*)

BERITA REKOMENDASI