RI-Australia Bahas Kebijakan Pembelajaran Virtual

Direktur Pembelajaran dan Kemahasiwaan Ditjen Dikti, Aris Junaidi mengungkapkan bahwa pandemi sangat berdampak pada dunia pendidikan, sehingga kita dipaksa untuk terus beradaptasi dengan keadaan dimana kondisi tatap muka menjadi sangat terbatas sehingga metode pembelajaran daring menjadi salah satu cara penting dalam beradaptasi di masa pandemi. Hal ini membuat civitas academica harus mampu beradaptasi, dengan segala keterbatasan baik infrastruktur, ilmu pengetahuan maupun keterbatasan teknologi.

Berbagai upaya telah dilakukan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi dalam meningkatkan kualitas proses pembelajaran, dan meningkatkan kualitas pembelajaran secara daring dengan baik dengan memberikan konten pembelajaran yang berkualitas dan materi pembelajaran yang menarik dan tepat sasaran untuk mendukung pencapaian hasil belajar.

”Di tengah ketidakpastian akibat pandemi ini, pembelajaran online tidak bisa dihindari. Ditambah dengan program Kampus Merdeka, mari bersama-sama kita tingkatkan kualitas pembelajaran online dengan membuat materi pembelajaran yang baik dan berkualitas,” jelas Aris.

Di samping itu, Aris menambahkan, keterbatasan dalam pembelajaran online tidak dapat mengabaikan pentingnya metode penyampaian materi, isi dan keterikatan dalam proses pembelajaran untuk menunjang efektivitas sehingga menjadi prioritas penting untuk meningkatkan pembelajaran, penguatan kapasitas dosen dalam melakukan pembelajaran secara online, termasuk bagaimana membuat materi pembelajaran yang baik, meningkatkan keterikatan dengan mahasiswa dan menjamin kualitas pembelajaran dan efektivitas proses pembelajaran.

BERITA REKOMENDASI