RI Berharap Fasilitas Kepulangan Cepat Jamaah Diperluas Tahun Depan

Editor: KRjogja/Gus

MAKKAH, KRJOGJA.com – Fasilitas jalur cepat kepulangan (Eyab) yang diberlakukan pemerintah Saudi Arabia pada tahun ini diharapkan apat diperluas hingga minimal separuh jemaah haji Indonesia pada tahun mendatang. Sehingga fasilitas ini tidak hanya digunakan jamaah dari embarkasi tertentu saja, tapi juga embarkasi lain di Indonesia.

"Tahun depan kami meminta layanan ini dapat diperluas untuk separuh jemaah haji. Paling tidak separuhnya, representasi dari beberapa embarkasi. Ini hanya ujicoba yang dimungkinkan untuk kelancaran saja," kata Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kementerian Agama RI Nizar Ali saat meninjau fasilitas Eyab di Bandara Internasional King Abdul Aziz Jeddah, Senin (19/8) sore.

Menurut Nizar, hasil pemantauan langsung dari program Eyab di bandara Jeddah cukup memuaskan. Fasilitas yang diterima jamaah haji terbilang mewah. Bahkan untuk tempat tunggu bisa dikatakan melebihi ruangan VIP. Jemaah haji Indonesia dapat menunggu sambil bersantai dan menikmati hiburan, kuliner dan lainnya.

"Alhamdulillah tentu patut disyukuri bersama karena pelayanan istimewa yang diberikan pemerintah Arab Saudi kepada jemaah haji Indonesia. Ini adalah bagian dari uji coba untuk 16 kloter, lima dari SUB (Surabaya) dan 11 dari JKS (Jakarta-Bekasi)," kata Nizar Ali.

Kendati penerima manfaat saat ini hanya 16 kloter, namun hal ini merupakan bagian dari ujicoba yang tahun depan dapat dilakukan untuk semuanya. "Kami akan sangat berterimakasih atas nama bangsa dan negara pada pemerintah Arab Saudi yang luar biasa," kata Nizar.

Selain itu Nizar juga menilai layanan inovasi pemerintah Arab Saudi terkait pemulangan tersebut sangat lancar dan istimewa. "Penyambutan luar biasa, seluruh Muassasah, semua menyambut jemaah haji sejak turun dari bus. Bahkan di dalam mereka bisa berkomunikasi dengan baik, akrab dengan para penyedia layanan Eyab ini," jelasnya.

Pemerintah berharap penerima manfaat dari fasilitas Eyab tidak hanya jemaah haji yang diangkut menggunakan pesawat Saudia Arabia saja. Tapi juga jemaah haji yang diangkut menggunakan Garuda Indonesia.

"Tentu nanti Garuda bagaimana. Akan kami usulkan agar sama-sama perlakuan ini. Karena betul-betul istimewa menjadikan jemaah haji yang lain kalau tidak dilayani akan menjadi iri," jelas Nizar Ali lagi.

Untuk sementara, uji coba Eyab dilakukan di Bandara Jeddah. Tentang kemungkinan untuk dilakukan di bandara Madinah, Nizar mengatakan ada rencana namun belum siap. Sebab dijelaskannya inovasi ini sangat mendadak.

"Sudah terlaksana sungguh luar biasa. Wujud kesungguhan pemerintah Arab Saudi untuk betul-betul melayani jemaah haji kita. Apalagi saat ini Eyab baru diperuntukkan bagi tiga negara saja, Indonesia, Malaysia dan India," kata Nizar.

Eyab sendiri semacam perlakuan khusus sebelum jemaah diterbangkan. "Kalau proses biasa nunggunya lama, situasinya tidak kondusif, udaranya panas di plaza terminal. Kalau masuk layanan Eyab sudah sejuk semua karena dilengkapi fasilitas air pendingin," ucap Nizar. (Feb)

 

BERITA REKOMENDASI