RI Raih 2 Emas-3 Perak dalam IJSO Di Belanda

Editor: KRjogja/Gus

ARNHEM (KRJogja.com) – Tim International Junior Science Olympiad (IJSO) ke-14, Indonesia meraih dua emas dan tiga medali perak dalam kompetisi yang diselenggarakan di Arnhem Belanda. Kompetisi yang berlangsung 3-12 Desember dan dikkuti 300 peserta dan 50 negara merupakan ajang pertandingan bidang sains untuk kelompok usia SMP.

Dalam siaran pers Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Prof Bambang Hari Wibisono yang diterima redaksi, Rabu (13/12) menyebutkan Indonesia mengirim lima peserta dan semuanya meraih medali. Kelima siswa SMP tersebut yang meraih medali emas ialah Wilsen Chandra Putra (SMP Sutomo 1 Medan) dan Peter Addison Sadhani (SMP Santo Aloysius 1 Bandung). Sedang yang meraih medali perak ialah Lugas Firdinand Hamdi (MTsN 1 Kota Malang), Steven William (SMP Petra 1 Surabaya)  dan Carin Abbie Reyhani (SMPN 111 Jakarta), mendapat medali perak.

“IJSO sebagai ajang pertandingan bidang sains untuk kelompok usia SMP. Awalnya kompetisi ini diinisiasi Indonesia sebagai penyelenggara pertama pada tahun 2004,” jelas Bambang Hari. Sementara IJSO ke-15 akan diselenggarakan di Bostwana.

Disebutkan, kelima peserta tersebut merupakan hasil seleksi di Indonesia, melalui beberapa tahap termasuk tahap terakhir yang berupa Olimpiade Sains Nasional (OSN), yang kemudian diikuti dengan proses pembinaan. Mulai dari proses seleksi hingga keberangkatan tim, didukung Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI melalui Direktorat SMP, Ditjen Pendidikan Dasar dan Menengah.

Tahun ini menurutnya tema yang dipilih ‘water and sustainability’ sesuai dengan potensi yang ada di Belanda, yaitu pengelolaam sumberdaya air. “Penyediaan air bersih untuk berbagai kebutuhan hidup merupakan isu utama yang dibahas, khususnya dalam menghadapi isu-isu perubahan iklim,” ujarnya.

Menanggapi raihan medali, Atase Dikbud KBRI di Den Haag menyebutkan bahwa peserta Indonesia masih perlu persiapan yang lebih matang. Baik menyangkut penguasaan teori, maupun persiapan untuk melakukan eksperimen. “Dua komponen kompetisi yang dilakukan selama olimpiade internasional,” jelas Atase Dikbud KBRI di Den Haag.  (Fsy)

 

BERITA REKOMENDASI