Rouhani Kecam Trump

Editor: Ivan Aditya

IRAN, KRJOGJA.com – Presiden Iran, Hassan Rouhani, mendesak supaya Amerika Serikat tidak terus-terusan membuat negaranya kesulitan dalam pidato di Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Rouhani menyampaikan pidato dengan tekanan suara yang tinggi dan berapi-api.

Dia mengatakan hal itu hanya beberapa hari setelah mata uang Iran jatuh ke level terendah terhadap dollar AS. Adanya sanksi AS terhadap Iran terkait kesepakatan nuklir disebut jadi penyebab hal tersebut.

Presiden AS, Donald Trump, diketahui telah keluar dari kesepakatan nuklir Iran dengan kekuatan dunia di 2018. Kesepakatan itu terjadi di masa kepemimpinan Barrack Obama. Sanksi itu kemudian secara efektif melarang Iran menjual minyak bumi secara global.

“Amerika Serikat tidak dapat memaksakan negosiasi atau perang terhadap kami,” kata Rouhani.

Rouhani membandingkan penderitaan yang tengah diderita negaranya dengan yang dialami oleh mendiang George Floyd dan kalangan kulit hitam yang meninggal karena dianiaya oleh polisi di AS. Menurut Rouhani, kejadian yang menimpa Floyd persis seperti yang tengah dialami Iran.

Rohani menegaskan bahwa negaranya tidak pantas mendapatkan sanksi, dan menggambarkan AS gemar ikut campur dalam banyak masalah di dunia. (*)

BERITA REKOMENDASI