Ruang Mayat Penuh, Jenazah Korban Corona Disimpan di Kamar Mandi Rumah Sakit

Editor: Ivan Aditya

EUADOR, KRJOGJA.com – Lantaran kamar mayat sudah penuh, Tenaga kesehatan di Ekuador terpaksa menumpuk hingga tujuh jenazah korban Covid-19 di kamar mandi.

Ekuador saat ini menjadi episentrum pandemi Covid-19 di kawasan Amerika Latin. Kota yang paling parah terdampak di negara tersebut adalah Guayaquil, dengan 65 persen kasus di Ekuador tercatat di sana.

Di rumah sakit lain, staf harus membungkus mayat dan menyimpan mayat. Ini memungkinkan staf untuk mendisinfeksi ruang sehingga pasien lain dapat menggunakan tempat tidur.

Seorang perawat berusia 35 tahun mengatakan banyak pasien datang dalam kondisi kritis, sebagian besar berujung meninggal. “Kami harus membungkus jenazah berkali-kali. Kami menyimpannya di kamar mandi,” kata perawat yang tidak disebutkan namanya.

Tak hanya di toilet, jenazah-jenazah juga terpaksa ditumpuk di kursi, lantai, dan koridor rumah sakit. Bahkan ada yang diletakkan hingga 10 hari, hal ini memicu krisis sanitasi di fasilitas kesehatan.

Hal lain yang melanda, baik pasien dan tenaga kesehatan adalah trauma akibat keadaan. Para pasien mengalami trauma berat lantaran melihat banyaknya orang yang sakit parah, sementara tenaga kesehatan trauma lantaran pekerjaan mereka tak kunjung berakhir. (*)

BERITA REKOMENDASI