Rudal Tiongkok Jelajahi Laut China Selatan

Editor: Ivan Aditya

CHINA, KRJOGJA.com – Kementerian Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon) memprotes uji rudal balistik penghancur kapal induk yang dilakukan Angkatan Laut China dalam latihan perang di Laut China Selatan. Pentagon menyatakan tindakan Angkatan Laut China menggelar uji rudal mengancam kestabilan, perdamaian dan keamanan di kawasan Laut China Selatan.

“Latihan seperti itu juga melanggar komitmen China dalam Deklarasi Pihak-pihak di Laut China Selatan pada 2002 untuk menghindari kegiatan yang bisa memicu sengketa dan berdampak terhadap perdamaian dan stabilitas,” demikian isi pernyataan Pentagon.

Angkatan Laut China menggelar latihan perang dengan sandi Operasi Xisha di Laut China Selatan pada 23 sampai 29 Agustus. Mereka bahkan dilaporkan menguji rudal penghancur kapal induk, DF-26B dan DF-21D di Kepulauan Paracel.

Pentagon menyebut latihan perang itu sebagai rangkaian dari kegiatan China yang hendak memperoleh klaim wilayah maritim secara tidak sah, dan merugikan negara-negara Asia Tenggara.

Mereka menyatakan pada Juli lalu sudah mendesak supaya China mengurangi kegiatan militer dan sikap unjuk kekuatan di kawasan tersebut. Namun, Pentagon menyatakan kini China malah meningkatkan aktivitas militer dengan menembakkan rudal balistik. (*)

BERITA REKOMENDASI