Rusia Kecam Kudeta Militer di Nyanmar

Editor: Ivan Aditya

RUSIA, KRJOGJA.com – Rusia mengaku sangat prihatin dengan jumlah korban yang terus bertambah sejak aksi damai menolak kudeta militer Myanmar berlangsung. Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan meski Rusia memiliki hubungan lama dan ‘konstruktif’ dengan Myanmar, namun bukan berarti mereka menyepakati peristiwa tragis di negara tersebut.

“Kami sangat prihatin dengan meningkatnya jumlah korban sipil,” kata Peskov.

Wakil Menteri Pertahanan Rusia Alexander Fomin dan pejabat lainnya bergabung dalam parade tahunan yang memamerkan kehebatan militer Myanmar pada akhir pekan lalu.

Dalam pernyataan yang dirilis oleh kementerian, Fomin mengatakan Myanmar adalah sekutu dan mitra strategis yang dapat diandalkan Rusia di Asia Tenggara.

Moskow, menurut pernyataan itu juga ingin memperdalam kerja sama militer dan militer-teknis dalam semangat kemitraan strategis. Sebelumnya, Pemimpin kudeta militer Myanmar Jenderal Min Aung Hlaing menyatakan bahwa Rusia merupakan teman sejati.

Kedekatan mereka tercermin saat perwakilan Rusia hadir dalam peringatan Hari Angkatan Bersenjata yang dirayakan militer Myanmar. “Rusia adalah teman sejati,” kata Min Aung Hlaing. (*)

BERITA REKOMENDASI