Rusia Nilai Langkah Amerika Ciptakan Permusuhan

Editor: Ivan Aditya

RUSIA (KRjogja.com) – Rusia menyatakan, keputusan Amerika Serikat melonggarkan larangan untuk mempersenjatai pemberontak Suriah telah membuka jalan bagi pengiriman rudal antipesawat. Hal itu menjadi langkah yang dinilai mengancam pasukan Rusia di Suriah.

Moskow tahun lalu meluncurkan operasi militer berupa serangan udara di Suriah untuk membantu Presiden Bashar al Assad dan pasukannya mengambil alih wilayah yang jatuh ke tangan pemberontak yang beberapa di antaranya didukung Amerika Serikat.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova mengatakan, perubahan kebijakan melonggarkan larangan suplai senjata telah ditetapkan dalam RUU anggaran pertahanan Amerika yang baru bahwa Moskow menganggap langkah tersebut sebagai tindakan permusuhan. Presiden Amerika Barack Obama yang mengkritik intervensi Rusia di Suriah secara tajam, mengesahkan RUU kebijakan pertahanan tahunan menjadi undang-undang pekan lalu.

Juru bicara Kementerian Dalam Negeri Amerika Serikat Mark Toner mengabaikan tuntutan Rusia dengan mengatakan pemerintahnya tetap menolak penyediaan misil antipesawat portabel atau Manpads (Man-Portable Air Defiance Systems) bagi kelompok oposisi Suriah.

"Posisi kami terhadap Manpads tidak berubah. Kami memiliki kekhawatiran yang mendalam tentang persenjataan semacam itu masuk ke Suriah," ujar Toner, merujuk pada kekhawatiran misil antipesawat portabel dapat jatuh ke tangan militan Islamis dan digunakan menyerang pesawat sipil.

Kesepakatan Pengesahan Pertahanan Nasional disahkan menjadi undang-undang oleh Obama pada 23 Desember 2016 dan tampaknya dirancang untuk meredakan kekhawatiran pemerintah. Namun, hal itu memunculkan lembaran baru kekeliruan kongres terhadap putusan Presiden untuk menyediakannya. (*)

BERITA REKOMENDASI