Sanksi Amerika Angkat Harga Minyak

Editor: Ivan Aditya

AMERIKA, KRJOGJA.com – Harga minyak mentah menguat pada perdagangan, waktu Amerika Serikat (AS). Penguatan ditopang oleh kebijakan pemangkasan produksi Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan pengenaan sanksi AS kepada Venezuela dan Iran.

Namun, kenaikan dibatasi oleh merosotnya kinerja pasar modal dan kekhawatiran terhadap pertumbuhan permintaan. Dilansir harga minyak mentah berjangka Brent menanjak US$0,26 atau 0,4 persen menjadi US$66,25 per barel pada pukul 11:43 EST.

Penguatan juga terjadi pada harga minyak mentah berjangka AS West Texas Intermediate (WTI) sebesar US$0,45 atau 0,8 persen menjadi US$56,67 per barel. "Gambaran besarnya, fundamental jangka pendek sangat kuat," ujar Analis Price Futures Group Phil Flynn di Chicago.

Kendati demikian, Flynn menilai masih ada kecemasan terkait pasokan. OPEC dan sekutunya, termasuk Rusia, sepakat memangkas produksi untuk mengetatkan pasar minyak. Kebijakan tersebut telah menopang harga.

Selain itu, para pedagang (trader) menilai pengenaan sanksi AS terhadap industri perminyakan Iran dan Venezuela, yang merupakan anggota OPEC, juga berimbas pada kenaikan harga minyak mentah berjangka.

Pekan ini, perusahaan minyak pelat merah Venezuela PDVSA mengumumkan darurat kemaritiman. Pasalnya, perusahaan kesulitan mengakses kapal tanker dan awaknya untuk mengekspor minyak akibat pengenaan sanksi.

Sementara, saat Gedung Putih mengenakan sanksi kembali terhadap Iran pada November lalu, AS memberikan pengecualian pemberlakuan sanksi terhadap delapan negara konsumen minyak Iran. Pengecualian tersebut memungkinkan konsumen tersebut untuk tetap membeli minyak dari Iran selama 180 hari. (*)

BERITA REKOMENDASI