Saudi Loloskan Aturan Anti Pelecehan Seksual

Editor: Ivan Aditya

ARAB, KRJOGJA.com – Pemerintah Arab Saudi meloloskan aturan anti-pelecehan seksual beberapa pekan menjelang pencabutan larangan menyetir bagi perempuan di negara tersebut. Aturan yang sebelumnya sudah disepakati oleh Dewan Syura itu akan sah menjadi undang-undang setelah ada dekrit kerajaan.

Di bawah aturan ini, seorang pelaku pelecehan seksual dapat dijerat hukuman maksimal lima tahun penjara dan denda senilai 300 ribu riyal atau setara Rp1,1 miliar. "Aturan ini untuk melawan kejahatan pelecehan, mencegahnya, dan menghukum pelaku, serta melindungi korban demi menjamin privasi, kehormatan, dan kebebasan personal yang dijamin oleh Hukum Islam dan regulasi," demikian pernyataan resmi Dewan Syura.

Regulasi ini adalah gebrakan terbaru dari pemerintahan Saudi di bawah Pangeran Mohammed bin Salman yang bertekad melakukan modernisasi di kerajaan konservatif Islam tersebut. Salah satu gebrakan Mohammed adalah dengan mengeluarkan aturan untuk mengakhiri larangan menyetir bagi perempuan Saudi yang akan aktif berlaku terhitung mulai 24 Juni mendatang.

Selama ini, perempuan Saudi tak dapat menyetir sendiri. Perempuan Saudi juga tak bisa bepergian tanpa didampingi pria yang mereka kenal.

Pada awal bulan ini, Saudi menangkap sejumlah aktivis yang menuntut penghentian aturan bahwa perempuan harus didampingi pria ke mana pun mereka pergi. (*)

BERITA REKOMENDASI