Sehari di Bumi Bakal Jadi 25 Jam

Editor: Ivan Aditya

AMERIKA (KRjogja.com) – Peneliti yakin jika saat ini orbit bumi mulai melambat. Jika semakin melambat, ini akan mengakibatkan siang hari berlangsung semakin panjang. Maka dari itu, ke depan, bumi tidak lagi memiliki waktu 24 jam dalam sehari, melainkan 25 jam.

Prediksi ini diutarakan ilmuwan setelah melakukan penelitian terhadap orbit bumi. Sayangnya, butuh waktu lama bagi bumi untuk bisa menerapkan 25 jam sehari, yakni sekitar 200 juta tahun lagi.

"Ini merupakan proses yang sangat lambat jika dibandingkan dengan keadaan orbit matahari beberapa ratus tahun sebelum masehi," ujar peneliti dari Durham University dan Nautical Almanac Office di Inggris, Leslie Morrison.

Dikatakan Morrison, waktu di dunia bertambah panjang, sekitar dua milisecond setiap 100 tahun. Jadi, untuk mendapatkan ekstra satu menit, butuh waktu sekitar 6,7 juta tahun.

"Prediksi ini adalah rata-rata karena tekanan geofisika yang beroperasi di rotasi bumi tidak selalu harus konstan selama waktu yang lama," kata Morrison.

Dalam penelitian ini, kata Morrison, mereka membandingkan fenomena orbit yang terjadi antara 720 sebelum masehi sampai 2015. Ini dibandingkan untuk bisa mendapatkan perkiraan yang masuk akal.

"Meskipun perhitungan ini masih mentah, kita bisa melihat perbedaan yang konsisten antara perhitungan dimana dan kapan gerhana benar-benar bisa terlihat," ujar Morrison, yang pernah menjabat sebagai astronom di Royal Greenwich Observatory.

Morrison yakin, ada banyak hal yang mempengaruhi rotasi bumi. Salah satunya adalah perubahan bentuk dari planet bumi yang diiperkirakan tak seperti dulu akibat dari melelehnya gunung es. (*)

BERITA REKOMENDASI