Selamatkan 5 ABK Di Perairan Libya, 3 KBRI Berkoordinasi

JAKARTA (KRjogja.com) – Lima orang anak buah kapal (ABK) warga negara indonesia (WNI) berhasil diselamatkan dari perairan Libya. Kelima ABK tersebut diketahui bekerja pada kapal MV Shada milik seorang warga negara Libya yang tinggal di Malta. 

Selama satu bulan, lima orang WNI tersebut terkatung-katung di atas kapal akibat kerusakan mesin. Kementerian Luar Negeri Indonesia menyampaikan, tiga Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di tiga negara berbeda saling berkoordinasi untuk menyelamatkan kelima ABK tersebut.

“KBRI Tripoli (Libya) menerima informasi dari KBRI Roma (Italia) dan KBRI Tunis (Tunisia) tentang lima ABK WNI terkatung-katung di perairan Libya pada 29 November 2016. Koordinasi tiga KBRI berhasil menyelamatkan lima ABK WNI dari perairan Libya,” cuit Kementerian Luar Negeri dalam akun @Portal_Kemlu_RI, Minggu (4/12/2016). 

Sayangnya, kelima ABK WNI tersebut belum pernah menerima gajinya walau terikat kontrak kerja selama empat bulan. Penyelesaian terkait hal tersebut dilakukan melalui Konsul Kehormatan RI di Malta. Akhirnya, pemilik kapal bersedia memulangkan para ABK WNI dan membayar gaji mereka. 
“KBRI Tripoli dan Tunis segera membantu proses imigrasi. Kelima ABK WNI berhasil mendapatkan exit visa Libya dan entry visa Tunisia pada Sabtu 3 Desember 2016 di kantor imigrasi perbatasan. Selanjutnya KBRI Tunis fasilitasi kepulangan kelima ABK WNI ke Indonesia pada Minggu 4 Desember 2016,” tutup Kemlu. (*)

BERITA REKOMENDASI