Serbia Buka Kedubes di Yerusalem

Editor: Ivan Aditya

TURKI, KRJOGJA.com – Turki mengecam keputusan Serbia memindahkan kedutaan besarnya di Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem. Serbia diketahui berencana membuka kedutaan besar di Yerusalem, pasca kesepakatan normalisasi dengan Kosovo yang ditengahi Amerika Serikat.

Turki menganggap keputusan itu melanggar resolusi PBB, sebab sampai saat ini konflik antara Israel dan Palestina belum terpecahkan.

“Kami menyerukan semua negara untuk mematuhi resolusi PBB, menghormati status sejarah dan hukum Yerusalem, dan menahan diri dari langkah-langkah yang akan membuat resolusi konflik Israel-Palestina semakin sulit,” kata Kementerian Luar Negeri Turki.

Pernyataan itu menyebutkan bahwa aneksasi Yerusalem oleh Israel ditolak oleh komunitas internasional dan PBB. “Telah berulang kali ditekankan dalam berbagai resolusi PBB bahwa masalah Palestina hanya dapat diselesaikan dengan pembentukan negara Palestina yang merdeka dan berdaulat dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya,” ujar Kemlu Turki.

Turki menegaskan bahwa setiap negara yang membuka kedutaan di Yerusalem merupakan pelanggaran hukum internasional. Tanggapan Turki datang setelah Presiden AS Donald Trump pada Jumat mengumumkan bahwa Serbia setuju untuk memindahkan kedutaannya ke Yerusalem pada Juli 2021. (*)

BERITA REKOMENDASI