Setahun, Pameran ‘Bali Behind the Scenes’ di Tropenmuseum

Editor: Ivan Aditya

AMSTERDAM, KRJOGJA.com – Pameran ‘Bali Behind the Scenes’ dipamerkan selama setahu di Tropenmuseum, hingga 10 Januari 2021 mendatang. Pameran dibuka Dubes RI untuk Belanda I Gusti Agung Wesaka Puja dengan penampilan Tari Condong yang berbeda dari biasanya. Dalam pembukaan ini, penari terus dililit dengan plastic berikut gamelan, gong dan kendangnya. Suasana terasa magis ketika pada klimaks tarian, penari tidak bisa bererak lagi dan hanya menangis.

Dalam siaran pers yang diterima Redaksi KRJogja.com, Sabtu (15/02/2020), sambutan IGA Wesaka Puja menyinggung sekala dan niskala, yakni sebuah filosofi masyarakat Bali tentang apa yang ‘tampak dan tidak tampak’ oleh mata telanjang. Menurutnya, menjadi luar biasa ketika seseorang mampu ‘melihat’ yang tidak tampak tersebut. Seperti bagaimana para seniman dan kontributor pameran menggali apa yang terjadi dengan Bali di tengah popularitasnya sebagai sebuah destinasi pariwisata.

“Seni dan kreativitas mengubah dunia lebih cepat daripada politik,” kata Dubes Puja sembari mengapresiasi tim yang menyiapkan pameran dengan spektakuler.

Lilitan plastic pada tubuh penari seakan menggambarkan kondisi dunia yang sudah dilingkupi sampak plastic. Menurutnya, bagi masyarakat Bali, permasalahan sampah plastik dapat menghambat seni dan kreativitas. Dengan demikian, Dubes Puja mengajak hadirin untuk bersama-sama menjaga agar kualitas seni dan kreativitas tetap tinggi dan sekaligus menjadikan Bali konsisten sebagai tempat yang didambakan sebagaimana dahulu seniman Belanda Rudolf Bonnet mengagumi Bali.

Beragam jenis karya yang telah dikurasi secara ketat dipamerkan. Adapun karya-karya tersebut tidak hanya menyuguhkan pengunjung dengan estetika, tetapi secara tidak sadar juga memicu pertanyaan-pertanyaan reflektif yang dapat membuka diskusi baru.

Pameran ‘Bali Behind the Scenes’ menonjolkan sisi dinamis kebudayaan Bali yang dapat dilacak sejak masa pendudukan Belanda. Di antara koleksi yang ditampilkan adalah peninggalan benda bersejarah bekas Kerajaan Badung, Tabanan, dan Klungkung yang menjadi saksi bisu atas pemerintahan kolonial di pulau ini. Imajinasi tentang Bali tempo dulu juga dibentuk melalui foto-foto lawas yang menjadi bagian dari pameran. (Fsy)

BERITA TERKAIT