Setelah Corona, Wabah Brucellosis Kini Landa China

Editor: Ivan Aditya

CHINA, KRJOGJA.com – Sekitar tiga ribu orang di Lanzhou, China positif terinfeksi penyakit yang disebabkan oleh bakteri, brucellosis. Penyakit brucellosis merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri brucella, bakteri yang umumnya dibawa oleh hewan ternak.

Di China, wabah Brucellosis menyebar karena terdapat kebocoran pada sebuah pabrik biofarmasi yang tengah memproduksi vaksin brucella untuk hewan ternak. Hewan yang paling umum membawa bakteri ini adalah domba, sapi, kambing, babi dan anjing.

Penyakit brucellosis dikenal juga dengan demam malta atau demam Mediterania. Infeksi bakteri ini menyebabkan munculnya sejumlah gejala pada tubuh seperti sakit kepala, nyeri otot, demam, dan kelelahan.

Umumnya, gejala brucellosis ini dapat mereda dalam beberapa hari. Namun, pada sejumlah kasus, beberapa gejala juga dapat berubah menjadi kronis atau bahkan tidak pernah hilang. Misalnya, radang sendi atau pembengkakan pada organ tertentu seperti testis, jantung, hati dan/atau limpa.

Menurut Pusat Pencegahan dan Penularan Penyakit Amerika Serikat (CDC), penularan brucellosis dari orang ke orang sangat jarang terjadi. Kebanyakan orang yang terinfeksi mendapatkan virus dari makanan yang terkontaminasi atau menghirup bakteri. Pada kasus yang baru terjadi di Lanzhou, China penularan diperkirakan karena menghirup bakteri yang bocor dari pabrik.

Diagnosis brucellosis harus dilakukan oleh dokter dengan melakukan sejumlah tes seperti pengujian sampel darah, sumsum tulang, atau cairan tubuh lainnya. Tes darah juga dapat dilakukan untuk mendeteksi antibodi yang melawan bakteri.

Setelah menegakkan diagnosis, dokter biasanya akan mengobati dengan meresepkan antibiotik. Waktu yang dibutuhkan untuk sembuh umumnya bergantung pada tingkat keparahan penyakit. Kematian akibat brucellosis jarang terjadi, atau tidak lebih dari 2 persen dari semua kasus. (*)

BERITA REKOMENDASI