Sewa Joki Kursi Roda Jemaah RI Terlantar

MEKAH (KRjogja.com) – Wakil Kepala Sektor Khusus Masjidil Haram Harun Al Rasyid mengimbau para jemaah haji Indonesia tidak menggunakan jasa joki kursi roda. Selain lebih mahal, jasa joki yang ditawarkan para mukimin itu dinyatakan ilegal dan tidak aman oleh petugas keamanan Masjidil Haram.

Imbauan ini disampaikan menyusul ditangkapnya joki kursi roda oleh Askar (petugas keamanan) Masjidil Haram. Penangkapan ini terjadi lantaran terdapat sepuluh jemaah haji Indonesia yang menyewa kursi roda pada joki justru terlantar.

"Kami mengimbau melalui beberapa sektor yang ada di Makkah, bahwa ketika jemaah tiba di Masjidil Haram untuk tidak menggunakan lagi tenaga mukimin (penawar jasa sewa kursi roda)," ujar Harun, dikutip dari kemenag.go.id, Minggu (28/8/2016).

"Sebab, di lingkungan Masjidil Haram sendiri sudah ada jasa pendorongan dari petugas-petugas dengan seragam lengkap dan mudah dikenali. Dari pembiayaan juga relatif lebih murah dibanding menggunakan mukimin di luar," ucap dia.

Harun mengatakan menyewa joki kursi roda mengandung resiko, terutama jika joki yang bersangkutan diketahui polisi Arab Saudi. Jika joki ditangkap, jemaah yang menyewa jasa tersebut terancam tidak dapat melanjutkan proses umrah, tawaf dan sainya.

Jika menggunakan jasa petugas kursi roda resmi Masjidil Haram untuk tawaf dan sai, kata Harun, jemaah hanya perlu mengeluarkan uang sebanyak 200 riyal, setara Rp700.000. Tetapi jika hanya untuk sai, jemaah hanya mengeluarkan biaya sewa 60-75 riyal, setara Rp200.000-Rp265.000.

"Jasa mukimin di luar lebih mahal harganya. Karena itu, kami imbau seluruh jemaah agar menggunakan jasa di Masjidil Haram saja. Lebih murah dan lebih aman," kata Harun. (*)

BERITA REKOMENDASI