Sikap Arab Terhadap Qatar Picu Kemarahan Hamas

Editor: Ivan Aditya

QATAR, KRJOGJA.com – Merespons pernyataan Menlu Arab Saudi, otoritas Hamas di Gaza menyesalkan komentar Arab Saudi untuk menghentikan kucuran dana ke Hamas. Hamas yang menjadi penguasa di Gaza sejak 2007 merupakan salah satu penerima terbesar bantuan Qatar.

Otoritas Hamas mengatakan bahwa seruan Arab Saudi yang ingin Qatar segera memutuskan hubungan dengan pihaknya, sangat disesalkan. Seruan Arab Saudi tersebut sangat kontradiktif dengan tradisi yang ada bahwa Arab akan selalu mendukung Palestina.

Saudi sendiri tetap mendukung Palestina, tetapi bukan Hamas. Pejabat Hamas Mushir al-Masri menuding Saudi telah berpihak kepada Amerika dan Zionis untuk memasukkan Hamas dalam daftar teroris.

Arab Saudi dan tujuh negara lainnya menyerukan Qatar untuk segera menghentikan dukungannya kepada kelompok teroris. Dalam hal ini Saudi menyebutkan Qatar membantu finansial kelompok Ikhwanul Muslimin dan Hamas.

Seruan untuk segera menghentikan bantuan keuangan untuk kedua kelompok tersebut dilontarkan Menlu Arab Saudi Adel al-Jubeir dalam wawancaranya dengan The AP.  "Qatar harus segera menghentikan dukungannya untuk sejumlah kelompok teroris," ujar Adel.

Pemutusan hubungan diplomatik dan juga larangan pesawat serta kapal laut Qatar melintasi Arab Saudi serta tujuh negara lainnya (Mesir, UEA, Bahrain, Yaman, Libia Timur, Maladewa dan Mauritania) telah membuat Doha semakin terisolasi. Banyak warga khawatir akan kehabisann bahan pangan karena mayoritas makanan diimpor lewat laut Saudi. (*)

BERITA REKOMENDASI