Sistem Zonasi Mampu Berjalan Baik

 

MAKKAH, KRJOGJA.com- Penerapan sistem zonasi untuk pondokan di Makkah yang baru perdana dilakukan musim haji 1440H/2019M ini dinilai sudah berjalan baik. Beberapa permasalahan yang muncul langsung bisa ditangani dengan segera petugas haji yang disiagakan.

"Misalnya saja ketika ada jemaah lupa arah kembali ke pondokan atau hotel, langsung bisa diantisipasi dengan sangat baik karena penerapan sistem zonasi yang nyatanya bisa berjalan dengan sangat baik," ucap Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama RI, Nizar Ali di Kantor Urusan Haji Makkah, Rabu (24/7) petang waktu setempat.

Menurut Nizar, kunci keberhasilan sistem zonasi ini melibatkan jemaah dan petugas haji. Berkat komunikasi dan koordinasi antara internal jemaah dengan petugas serta petugas dengan sesama petugas lainnya, ada sinergitas luar biasa dalam mengawal sistem.

Selain itu, jemaah juga dinilai senang dengan sistem zonasi ini karena dianggap lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Pasalnya sebelumnya pemondokan jemaah embarkasi terpecah di beberapa wilayah. Sementara tahun ini dijadikan satu sehingga memudahkan silaturahmi dengan tetangga satu kabupaten meski di luar kloternya.

"Respon yang kami terima dari jemaah sangat baik," ujarnya.

Sebagaimana diketahui, ada tujuh zonasi yang diterapkan Kemenag RI berdasar embarkasi, yakni Embarkasi Aceh (BTJ), Medan (KNO), Batam (BTH), Padang (PDG) dan Makassar (UPG) akan menempati akomodasi di wilayah Syisyah, Embarkasi Palembang (PLM) dan Jakarta-Pondok Gede (JKG) akan menempati akomodasi di wilayah Raudhah, Embarkasi Jakarta-Bekasi (JKS) akan menempati akomodasi di wilayah Misfalah.

Sedang Embarkasi Solo (SOC) akan menempati akomodasi di wilayah Jarwal, Embarkasi Surabaya (SUB) menempati akomodasi di wilayah Mahbas Jin, Embarkasi Banjarmasin (BDJ) dan Balikpapan (BPN) menempati akomodasi di wilayah Rei Bakhsy serta Embarkasi Lombok (LOP) menempati akomodasi di wilayah Aziziah. (Feb)

BERITA REKOMENDASI