Siswa Indonesia Raih Emas World Invention Creativity Olympic Korsel

TANGERANG,KRJOGJA.com – Penelitian ekstrak daun sirih dan kemangi mengantarkan dua siswi SMA Kharisma Bangsa,Pondok Cabe Tangerang Selatan ,meraih medali emas di ajang ,
World Invention Creativity Olympic (WICO) 2019,yang digelar 25-27 Juli 2019, di Seoul, Korea Selatan.

Keduanya adalah Tiara Salsabila dan Anastasya Azzahra siswi  kelas 11 SMA Kharisma Bangsa Tangerang Selatan.
Kepada wartawan di Sekolah Kharisma Bangsa pada Sabtu (3/8 2019) keduanya menuturkan baru saja kembali ke tanah air.

Tiara dan Anastasya menuturkan,ekstrak daun sirih dan kemangi  ini mengandung antiseptik yang bisa menyembuhkan luka.

"Dengan dicampur bahan krim yang ramah lingkungan,kami membuat plester untuk menutup luka,setelah luka kering plester tinggal dibuka dan digosok langsung hancur,artinya ramah lingkungan" tutur Anastasya.

"Kami prihatin dengan menumpuknya sampah  plester ,dan dengan dibantu guru pembimbing, dan pembinaan salah satu dosen dari Institut Teknologi Indonesia (ITI) mencoba membuat plester luka yang ramah lingkungan.  
Ramah lingkungan, karena setelah dipakai melindungi luka, plester ini dapat "dibuang" dengan cara dogosok atau dilarutkan dengan air sehingga tidak menimbulkan sampah medis. 
Dengan memanfaatkan memanfaatkan ekstrak daun sirih dan kemangi ini kami berhasil meraih juara.

Plester luka yang selama ini dengan mudah diperoleh di pasaran, kata Anastaysa, terbuat dari bahan yang tidak ramah lingkungan.

"Setelah plester dipakai, biasanya dibuang menjadi sampah. Sampah plester ini masuk kategori sampah yang sulit terurai.  Jumlahnya mencapai 10 juta lembar setiap harinya," ungkapnya.
Cita-cita Anastya adalah menjadi peneliti,ujar pengagum Buya Hamka ini.
Meski mudah dibersihkan menggunakan air, namun plester ini tetap memiliki kelebihan layaknya plester yang sudah memiliki merek jual lainnya, yakni antiair.(ati)  

 

BERITA REKOMENDASI