Skandal Seks, Pemilih Minta Wakil PM Australia Mundur

SYDNEY, KRJOGJA.com  – Dua pertiga warga Australia menginginkan agar Wakil Perdana Menteri (PM) Barnaby Joyce mengundurkan diri atas skandal seks dengan mantan atase persnya, Vikki Campion. Skandal tersebut menghebohkan Negeri Kanguru karena Joyce dikenal sebagai pendukung nilai-nilai luhur keluarga.

Harian Newspoll mengungkapkan, sebanyak 65% pemilih menginginkan agar Barnaby Joyce mundur sebagai Ketua Partai Nasional. Rekan koalisi Partai Liberal itu diketahui memiliki konstituen mayoritas di kalangan konservatif dan pedesaan Australia.

Skandal seks Barnaby Joyce memicu kekhawatiran koalisi yang terbentuk sejak 1923 itu retak. Namun, Ketua Partai Liberal sekaligus PM Australia, Malcolm Turnbull, menepis kekhawatiran tersebut. Pria berusia 63 tahun itu memastikan koalisi yang terjalan selama 95 tahun itu tetap berlanjut.

“Saya pastikan bahwa hubungan sangat kuat. Saya tahu di media ada semacam keasyikan mengenai keributan di koalisi. Tidak ada isu antara kedua partai. Sama sekali tidak ada,” ujar Malcolm Turnbull, mengutip dari Reuters, Senin (19/2/2018).

Akan tetapi, skandal tersebut setidaknya dapat merusak peluang pemerintahan Malcolm Turnbull untuk terpilih kembali. Newspoll mewartakan, pemerintah saat ini hanya memiliki keunggulan satu kursi dibanding oposisi di parlemen dan hanya akan meraup 47% suara dalam pemilihan umum Mei 2019. (*)

BERITA REKOMENDASI