Snowden Berharap Obama Beri Grasi

Editor: Ivan Aditya

RUSIA (KRjogja.com) – Edward Snowden, pria yang paling diburu di Amerika Serikat karena telah membocorkan rahasia intelijen negerinya kini berharap Presiden Barack Obama bersedia memberi pengampunan. Sebagaimana tradisi memaafkan sering dilakukan presiden AS sebelum-sebelum ini setiap menjelang kelengserannya.

Dihubungi dari tempat pengasingannya di Moskow, Rusia, Snowden mengaku bersalah karena telah melanggar undang-undang federal dengan mencuri dokumen rahasia AS. Dokumen itu seperti yang telah beredar luas, berisi tentang berbagai aksi spionase AS atas warga negaranya.

Sebagai pemuda di negara liberal, dia merasa yang dilakukan NSA saat itu sangat tidak bermoral. Dalam arti melanggar privasi orang lain, dengan mendengarkan pembicaraan telefon mereka dan sebagainya. Untuk itu, dia mencuri data dari tempatnya bekerja sebagai petugas keamanan NSA dan membocorkannya ke wartawan serta pembuat film dokumenter di Negeri Paman Sam.

“Ya, memang ada hukum tertulis yang mengatakan begitu (saya bersalah), tetapi mungkin itu lah mengapa kekuatan memaafkan itu hadir, (yakni) untuk memberi pengecualian. Pengecualian untuk hal-hal yang menurut kitab undang-undang kelihatannya melanggar hukum tetapi dari segi moral tidak,” ujar Snowden.

Menurutnya, pemerintah AS harus melihat dari segi moral itu. Bahwa pada kenyataannya, hasil dari pembocoran informasi itu berdampak positif. (*)

BERITA REKOMENDASI