Soal Haji 2020, Kemenag Tegaskan Arab Saudi Belum Membatalkan

JAKARTA, KRJOGJA.com – Kerajaan Arab Saudi saat ini menerapkan lockdown untuk membendung Virus Corona COVID-19. Ibadah umrah 2020 juga sudah ditunda. Lalu, apakah penyelenggaraan ibadah haji juga terdampak?

Anggota DPR Fadli Zon mengungkap adanya surat dari otoritas haji Arab Saudi yang dikirim ke Kementerian Agama RI. Isi surat itu terkait penundaan pembayaran akomodasi haji.

“Meski secara verbal tidak (atau belum?) menyebut pembatalan pelaksanaan ibadah haji tahun 2020, namun menurut saya surat dari pemerintah Saudi ini secara tersirat telah menyampaikan pesan perkembangan terkini wabah COVID-19, mungkin akan melahirkan keputusan darurat yang bersifat drastis,” tulis Fadli Zon dalam keterangan tertulisnya, Kamis (26/3/2020).

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri membenarkan ada surat dari pemerintah Arab Saudi terkait masalah haji. Surat tersebut memang membahas penundaan pembayaran.

“Ada nota diplomatik pihak Saudi ke pemerintah Indonesia,” ujar (Plt.) Jubir Kemlu Teuku Faizasyah. “Kalau saya tidak salah isinya untuk tidak membayarkan dulu kewajiban, pembayaran maksudnya,” jelasnya.

Secara terpisah, pihak Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag menegaskan, belum ada permintaan pembatalan haji dari Arab Saudi. Proses pengadaan akomodasi juga masih berjalan.

Berdasarkan surat dari Konsulat Jenderal RI di Jeddah, pemerintah Saudi meminta penundaan penyelesaian kewajiban penyediaan hotel dan penerbangan akibat Virus Corona. Penundaan itu untuk mengantisipasi jika ibadah haji tidak berlangsung.

“Proses penyediaan yang sudah dilakukan tetap dilanjutkan, akan tetapi untuk perikatan dan pembayaran agar tidak dilakukan. Hal ini untuk menghindari potensi kerugian apabila haji tahun 1441H/2020M tidak diselenggarakan,” tulis surat dari Konsulat Jenderal RI di Jeddah.

Kemenag mengatakan, pembayaran kewajiban baru untuk akomodasi tersebut telah ditunda, tetapi tim dari Kemenag masih berada di Arab Saudi untuk bekerja.

“Kan kami kementerian agama mengirimkan tim pengadaan akomodasi, transportasi dan konsumsi penyelenggaran haji dan prosesnya terus dilaksanakan mereka di Arab Saudi. Proses pengadaan kan ujung-ujungnya kontrak, nah di kontrak itu biasanya kita ada uang muka. Yang dimaksud dengan penundaan kewaiban baru adalah pembayaran uang muka tersebut. Proses pengadaan tetap dilaksanakan. Yang ditunda adalah pembayaran uang muka,” ujar Kasubbag Informasi dan Humas Ditjen PHU Yusuf Prasetyo.

Ketika ditanya apakah ada sinyal ibadah haji tahun ini akan ditunda, Yusuf berkata, Arab Saudi tidak mengatakan soal itu dan masih memantau perkembangan Virus Corona COVID-19.

“Sampai saat ini kita belum pernah ada pemberitahuan surat dan lain-lain (bahwa) penyelenggaran haji tahun ini dibatalkan. Belum ada. Tidak ada. Sampai saat ini belum ada,” Yusuf menegaskan.(*)

BERITA REKOMENDASI