Soal Kotak Nasi Jemaah, Muassasah Minta Maaf ke Kemenag

ARAFAH (KRjogja.com) – Lembaga penyedia layanan haji atau muassasah Asia Tenggara meminta maaf kepada Kementerian Agama (Kemenag) lantaran memberikan kotak nasi berlabel Kemenag kepada jemaah haji non warga negara Indonesia (WNI).

"Kami minta maaf sama Kemenag. Itu kekeliruan kami," demikian dikatakan Ketua Muassasah Asia Tenggara Mohammad Amin Indragiri melalui keterangan resminya, Senin (12/9/2016).

Amin mengatakan telah keliru mendistribusikan katering berlabel Kemenag pada jemaah haji yang tinggal di Maktab 51. Para jemaah yang ada di Maktab 51 adalah jemaah haji non kuota (furoda) yang berasal dari beberapa negara seperti Kamboja, Filipina, termasuk juga Indonesia. Amin mengaku kekeliruan itu bersifat tidak sengaja.

"Insya Allah kalau ada umur, tahun depan kekeliruan yang semacam ini tidak terulang," ucap dia.

Meski begitu, Amin mengatakan, tidak membedakan makanan untuk jemaah asal Indonesia dengan jemaah asal negara-negara Asia Tenggara lain. Justru, furoda asal negara lain memilih menu masakan Indonesia. Bahkan, menu masakan Indonesia sudah sangat akrab di lidah masyarakat Saudi.

"Setiap hari Jumat dan Sabtu, mereka lebih senang makan menu masakan Indonesia. Hampir 70 persen masyarakat Saudi senang masakan Indonesia, karena cita rasa enak dan bumbu-bumbunya bisa diterima orang Saudi," ucap dia.

Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Abdul Djamil memastikan kalau peristiwa ini tidak berpengaruh terhadap layanan katering jemaah haji Indonesia.

"Makanan untuk jemaah haji Indonesia aman. Kalau ada kekurangan kami langsung on the spot mengatasi di lapangan," ujar Abdul Djamjil.

Muassasah Asia Tenggara melayani katering untuk 26 maktab jemaah haji Indonesia. Selain Indonesia, muassasah tersebut juga menerima kontrak untuk melayani katering 2014 jemaah haji furoda yang ditempatkan di Maktab 51. (*)

BERITA REKOMENDASI