Soal Yerusalem, Lebanon Desak Negara Arab Sanksi AS

KAIRO, KRJOGJA.com – Pemerintah Lebanon mendesak negara-negara Arab untuk menjatuhkan sanksi kepada Amerika Serikat (AS) terkait keputusannya untuk mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel. Menteri Luar Negeri Lebanon menyebut langkah yang dilakukan Washington itu tidak dapat diterima dan berbahaya.

“Tindakan pre-emptive harus diambil terhadap keputusan tersebut, dimulai dengan tindakan diplomatik, kemudian politik, ekonomi  dan akhirnya sanksi finansial,” kata Gebran Bassil dalam pertemuan Menlu negara anggota Liga Arab di Kairo sebagaimana dilansir RT, Minggu (12/10/2017).

Para Menlu negara anggota Liga Arab berkumpul dalam sebuah pertemuan darurat di Kairo menyusul permintaan Palestina dan Yordania untuk menyusun sebuah respons yang seragam atas pengakuan yang diumumkannya pengakuan AS terkait status Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel oleh Washington.

Untuk menghadapi kebijakan AS tersebut, Sekretarus Jenderal Liga Arab, Ahmed Aboul-Gheit dan Menlu Palestina meminta negara-negara mengakui Palestina sebagai sebuah negara dengan Yerusalem Timur sebagai Ibu Kotanya.

Liga Arab juga menyusun sebuah rancangan resolusi untuk diajukan kepada Dewan Keamanan PBB yang mengutuk keputusan AS tersebut. Deklarasi AS terkait status Yerusalem dianggap telah melanggar hukum internasional dan menimbulkan pertanyaan mengenai upaya perdamaian yang dilakukan oleh AS. (*)

 

 

 

BERITA REKOMENDASI