Sri Lanka Blokir Whatsapp dan Facebook

Editor: Ivan Aditya

SRI LANKA, KRJOGJA.com – Konflik antaragama di Sri Lanka makin meluas. Pemerintah pusat akhirnya memutuskan untuk menutup akses terhadap sejumlah jaringan obrolan, termasuk media sosial Facebook. Hal tersebut dilakukan guna mengontrol kekerasan yang menargetkan minoritas Muslim di Sri Lanka.

Pemerintah Sri Lanka pada Selasa 6 Maret memberlakukan status darurat hingga sepekan ke depan demi mengontrol kekerasan tersebut. Alih-alih mereda, kekerasan makin parah setelah sejumlah masjid dan toko yang dimiliki umat Islam dibakar pada tengah malam waktu setempat.

Juru bicara Kepolisian Sri Lanka, Ruwan Gunasekara menerangkan, ada sejumlah insiden yang terjadi sepanjang malam di Distrik Kandy. Kekerasan pun bermula dari Distrik Kandy yang terkenal dengan perkebunan tehnya setelah sebuah toko milik Muslim dibakar warga.

“Kepolisian menahan tujuh orang. Tiga orang petugas kami mengalami luka-luka akibat insiden tersebut. Kami belum mendapat informasi mengenai korban di pihak warga sipil,” tutur Ruwan Gunasekara.

Pemerintah mengatakan, kekerasan yang dilakukan umat Buddha Sihala kepada Muslim salah satunya dipicu oleh unggahan-unggahan di media sosial. Sejumlah unggahan bahkan mengajak umat Buddha untuk lebih banyak menyerang umat Islam di Sri Lanka.

Akibat penyebaran konten berbahaya itu, pemerintah Sri Lanka memutuskan untuk memblokir akses terhadap Facebook, Viber, dan Whatsapp, selama tiga hari ke depan. (*)

BERITA REKOMENDASI