Stok Minyak Amerika Diramalkan Turun

Editor: Ivan Aditya

AMERIKA, KRJOGJA.com – Survei awal pekan ini menunjukkan persediaan minyak mentah AS pada pekan lalu kemungkinan akan merosot dan menjadi faktor pengerek harga. Jika terbukti maka penuturan stok tersebut terjadi selama dua pekan berturut-turut.

Sebagai catatan, data resmi dari Badan Administrasi Informasi Energi AS akan dirilis pada Rabu (26/06/2019) waktu setempat. Namun demikian, kekhawatiran terhadap tensi perdagangan AS-China dan pertumbuhan ekonomi global masih menekan harga.

"Anda akan melihat harga minyak kebingungan untuk memilih arah selama beberapa hari ke depan," ujar Analis Pasar Senior RJO Future Josh Graves di Chicago.

Menurut Graves, terjadi tarik-menarik antara faktor pendorong dan penekan harga. Harapan untuk terjadinya progres pembahasan perang dagang AS -China selama pertemuan G20 tergerus oleh pernyataan salah satu pejabat senior Gedung Putih yang menyatakan Trump nyaman dengan apapun hasil pembicaraan itu. Hal ini menjadi faktor penekan harga.

"Pertemuan AS-China di G20 dapat menjadi sinyal penyesuaian kembali perdagangan, tapi pasar membutuhkan sesuatu yang benar-benar menggigit," ujar Wakil Kepala Riset Pasar Tradition Energi Gene McGillian di Stamford. (*)

BERITA REKOMENDASI