Stok Uranium Iran Lebihi Ambang Batas

Editor: Ivan Aditya

AMERIKA, KRJOGJA.com – Gedung Putih menyatakan Amerika Serikat tidak akan mengizinkan Iran mengembangkan senjata nuklir. Hal itu diutarakan Washington setelah Teheran menyatakan produksi pengayaan uranium mereka melebihi batas yang ditentukan dalam perjanjian nuklir pada 2015 lalu.

"Tekanan maksimum terhadap rezim Iran akan terus berlanjut sampai para pemimpinnya mengubah tindakan mereka," bunyi pernyataan Sekretaris Pers Gedung Putih, Stephanie Grisham.

Menurut AS, komunitas internasional "harus mengembalikan standar nonproliferasi yang sudah lama tidak diterapkan terhadap Iran." Trump memutuskan menarik Negeri Paman Sam keluar dari pakta perjanjian nuklir Iran 2015 pada 2018 lalu.

Sejak itu, Trump kembali menjatuhkan serangkaian sanksi terhadap Iran. Perjanjian itu disepakati oleh Iran serta lima negara anggota permanen Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Jerman, dan Uni Eropa. (*)

BERITA REKOMENDASI