Suriah Tak Gentar Hadapi Sanksi Amerika

Editor: Ivan Aditya

AMERIKA, KRJOGJA.com – Suriah menegaskan menolak tunduk pada sanksi terbaru yang dijatuhkan oleh Amerika Serikat. Menteri Luar Negeri Suriah Walid Muallem menuduh bahwa sanksi tersebut hanya untuk mengikis dukungan untuk Presiden Bashar al-Assad.

“Jika mereka (Washington) berharap Suriah dan rakyatnya akan tunduk, maka saya bisa mengatakan mereka akan terus bermimpi karena ini tidak akan pernah terjadi,” kata Muallem.

Hal itu diungkapkan Muallem hampir sepekan setelah Undang-Undang Caesar diberlakukan. AS pada Rabu pekan lalu memperkuat kampanye penolakan terhadap rezim pemerintahan Suriah dengan menjatuhkan sanksi ke sejumlah tokoh penting di negara tersebut, termasuk istri Presiden Bashar al-Assad.

Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo mengumumkan bahwa rangkaian sanksi ini termaktub dalam Undang-Undang Caesar. Dengan undang-undang baru ini, Assad dan 38 orang lainnya akan menjadi target sanksi dan semua asetnya di AS akan dibekukan.

Namun, Muallem menyebut tujuan sanksi sebenarnya adalah untuk mempengaruhi pemilihan presiden Suriah yang dijadwalkan digelar tahun depan. Kata dia, sanksi tersebut melemahkan dukungan untuk Assad menjelang pemungutan suara. (*)

BERITA REKOMENDASI