Tayangan ‘Lima’ Awali Peringatan 70 Tahun RI-Rusia

Editor: KRjogja/Gus

MOSCOW (KRJogja.com) – Peringatan 70 thaun hubungan diplomatic Indonesia Rusia di Moscow ditandai dengan pemutaran film Indonesia ‘Lima’. Pemutaran film dilakukan di Dom Kino (House of Cinema) Moscow dihadiri sutradara Lola Amaria serta salah satu pemeran utama Baskara Mahendra. 

Selain di Moscow, ‘Lima’ juga diputar di Bioskop Mir Kazan, Republik Tatarstan (Sabtu, 25/1).

Dalam siaran pers KBRI Moscow yang diterima KR, Sabtu (25/1)  disebutkan, pemutaran film mengawali rangkaian kegiatan perayaan 70 tahun hubungan diplomatif Indonesia – Rusia. "Pada 3 Februari 2020 hubungan diplomatik Indonesia-Rusia akan genap 70 tahun dan pemutaran film ini sebagai pembuka untuk memeriahkan perayaan ini," kata Dubes RI untuk Fedeasi Rusia merangkap Republik Belarus, M Wahid Supriyadi. 

Pemutaran film tersebut dihadiri sekiar 500 penonton.

Dubes Wahid menyebutkan, pemutaran film merupakan salah satu langkah untuk lebih memperkenalkan Indonesia kepada warga Rusia dan dalam rangka memeriahkan perayaan 70 tahun hubungan diplomatik Indonesia dengan Rusia, serta Festival Film negara-negara MIKTA (Meksiko, Indonesia, Korea Selatan, Turki, Australia).  

Menurut Dubes Wahid, hubungan kedua negara sangat dinamis. Saat ini hubungan Indonesia dan Rusia mengalami perkembangan yang signifikan dan terus meningkat di berbagai bidang, termasuk perdagangan, pariwisata dan budaya, serta menuju pada kemitraan strategis.

Sutradara Lola Amaria dan juga Baskara Mahendra sangat terkesan dengan tanggapan positif warga Rusia terhadap film yang ditayangkan. Tidak sedkit penonton yang menghampiri Lola Amaria dan Baskara Mahendra setelah film usai. 

Mereka menyampaikan beragam pertanyaan mengenai film, berfoto bersama, atau meminta tanda tangan. "Suatu kehormatan bagi kami bisa memperkenalkan Indonesia kepada warga Rusia melalui karya kami. 

Terlebih lagi dalam rangka peringatan 70 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Rusia," kata Lola Amaria.
Film ‘Lima’ yang dirilis Mei 2018 menceritakan sebuah keluarga dalam menghadapi dan memecahkan masalah kehidupan. 

Film memberikan pesan pluralisme, toleransi, dan perenialisme. Ide utama film ini berasal dari lima sila dalam Pancasila. Film sudah diputar di 21 kota di 12 negara, termasuk Rusia.

Salah seorang warga Rusia yang ikut menonton film, Anna Shaposhnikova, mengatakan bahwa film ini sangat bagus. Karena menceritakan tentang masalah kehidupan sehari-hari dengan segala dinamikanya di tengah masyarakat yang majemuk. 

Menurut Anna, cerita film yang ditayangkan sangat menyentuh dirinya karena mirip dengan yang ia alami. "Saya senang dan berharap adanya film-film Indonesia yang masuk ke Rusia," kata Anna setelah menonton film ‘Lima’.

Berbagai tanggapan positif disampaikan para penonton lainnya, baik secara lisan, maupun tertulis melalui pesan singkat, termasuk media sosial KBRI Moskow. Salah satunya adalah pemilik akun @olga_nikolaevna_fedorova melalui Instagram menulis : "Terima kasih banyak. Saya sangat menyukai film ini". Tulisnya dalam huruf Rusia.  (Fsy)

BERITA REKOMENDASI