Teladani Rasulullah SAW, Ziarahi Syuhada Uhud

Editor: Ivan Aditya

MADINAH, KRJOGJA.com – Mengunjungi Madinah, ada sejumlah tempat yang ditekankan untuk diziarahi. Selain yang pertama dan utama Makam Rasulullah SAW serta Masjid Nabawi, Makam Baqi' hingga Masjid Quba, tapi masih ada satu tempat yang sangat dianjurkan.

Tempat tersebut yakni Makam Syuhada Uhud. Lokasi pemakaman yang dulunya merupakan area Perang Uhud yang sangat dikenal dalam perjalanan Islam. Tidak sedikit sahabat Rasulullah SAW yang syahid dalam pertempuran di lembah Jabal Uhud tersebut.

Sedang Jabal Uhud sendiri merupakan gunung yang dijanjikan di surga berwarna kemerahan. Gunung Uhud atau Jabal Uhud merupakan sebuah bukit berjarak 5 kilometer di utara Kota Madinah. Memiliki ketinggian sekitar 1.077 meter dengan panjang 7 kilometer. Selalu dikenang umat Islam karena di lembah gunung ini pernah terjadi peperangan besar antara pasukan Islam dan kaum kafir Quraisy pada 15 Syawal 3 Hijriyah (Maret 625 Masehi) yang menyebabkan 70 pejuang Islam mati syahid.

Di lembah bukit ini menjadi saksi perang dahsyat antara kaum muslimin sebanyak 700 orang melawan kelompok musyrikin Mekkah sekitar 3.000 orang. Dalam pertempuran tersebut, ikut gugur paman Nabi Muhammad SAW, Hamzah bin Abdul  Muththalib yang digelari Singa Allah dan Rasul-Nya), Mush'ab bin Umair dan Abdullah bin Jahsyin.

Para syuhada tersebut dimakamkan di tempat mereka gugur, di sekitar Gunung Uhud. Nabi Muhammad SAW sendiri dalam peperangan tersebut mendapat banyak luka. Beberapa sahabat beliau bahkan menjadi perisai untuk Rasulullah SAW hingga gugur dengan badan dipenuhi anak panah.

Kecintaan Rasulullah SAW kepada syuhada Uhud, terutama Hamzah diperlihatkan beliau yang melakukan ziarah rutin ke Jabal Uhud hampir setiap tahun. Jejak ini diikuti pula khalifah setelah Rasulullah SAW wafat dan kini diikuti umat muslim, khususnya jemaah umrah dan haji.

Pada Perang Uhud ini, sebenarnya umat muslim saat berangkat dari Madinah berkekuatan 1.000 orang pasukan. Hanya saja di tengah jalan, 300 orang yang dipimpin munafikun Abdullah bin Ubah bin Salul memisahkan diri. Akhirnya berkekuatan 700 orang, pasukan muslim harus bertempur dengan 3.000 pasukan kafir Quraisy Mekkah yang memang ingin menuntut balas atas kekalahan perang Badar.

Sebenarnya dalam perang ini, pasukan Islam sudah lebih dulu unggul. Hanya saja mereka lantas tidak mengindahkan perintah Rasulullah SAW. Akibatnya, sejumlah pasukan lari menghampiri harta rampasan perang.

Karena meninggalkan pos inilah, pasukan Islam berbalik diserang pasukan kafir Quraisy sehingga banyak pejuang Muslim yang syahid. Alur perjalanan dan pertempuran sendiri dibuatkan diorama di salah satu bagian kompleks lembah Jabal Uhud yang memudahkan masyarakat mengetahui gambaran kejadian Perang Uhud. (Feb)

BERITA REKOMENDASI