Ternyata, Visa Haji Tak Terlambat

JAKARTA (KRjogja.com)  – Kementerian Agama (Kemenag) menerapkan pemrosesan pengurusan visa yang lebih efisien waktu. Hal ini membuktikan isu keterlambatan penerbitan visa tidak valid. 

"Caranya, visa diproses mengikuti urutan kloter (kloter awal diproses lebih dahulu dibandingkan dengan kloter-kloter akhir). Proses berjalan sesuai rencana. Seluruh visa gelombang pertama selesai seluruhnya dan saat ini visa jamaah gelombang kedua sedang tahap penyelesaian," kata Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri Ahda Barori melalui pesan tertulisnya, Selasa (16/8/2016). 

Perubahan proses ini dilakukan agar ada efisiensi dan efektivitas waktu serta biaya operasional sebagai salah satu cara terkini dalam meningkatkan pelayanan kepada jamaah haji. Pelaksanaan metode generasi terbaru ini berjalan sesuai dengan rencana. Sebanyak 87.316 jamaah calon haji atau 212 kloter untuk gelombang pertama visanya selesai. Sedangkan visa jamaah gelombang kedua sebanyak 69.804 orang atau 172 kloter dalam tahap penyelesaian. 

"Isu keterlambatan visa haji menjadi perbincangan hangat, padahal visa gelombang pertama selesai dan saat ini sedang tahap penyelesaian visa gelombang kedua. Ini hanya masalah memahami atau tidak saja, atau mungkin sudah tidak ada celah untuk mengkritisi," urai Ahda. 

Kepala Pusat Informasi dan Humas Syafrizal membantah adanya keterlambatan visa di Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Menurutnya, delapan calon jamaah haji kloter 2 Embarkasi Solo (SOC 02) yang tidak jadi berangkat pada 9 Agustus, bukan disebabkan persoalan visa tapi karena mereka mengundurkan diri. 
“Belakangan, mereka ngotot ingin berangkat kembali sesuai jadwal semula,” terang Syafrizal. Informasi lainnya yang berkembang di Jawa Timur menyebutkan bahwa ada calon jamaah yang tertunda keberangkatannya karena persoalan visa. Faktanya, keberangkatan semua calon jamaah haji tersebut tertunda karena alasan kesehatan dan kehamilan. Ada juga calon jamaah haji yang batal diberangkatkan karena meninggal dunia.  (*)

BERITA REKOMENDASI