Teror Florida, FBI Abaikan Peringatan

Editor: Ivan Aditya

AMERIKA, KRJOGJA.com – FBI mengakui gagal mengantisipasi peristiwa penembakan di SMA Marjory Stoneman Douglas, Florida, yang menewaskan 17 orang dan melukai belasan orang lainnya. Padahal sebelumnya, mereka telah mendapat laporan mengenai keberadaan seorang pemuda yang memiliki senjata.

Pengakuan FBI tentu saja membuat berang masyarakat di Florida, khususnya Gubernur Florida, Rick Scott, yang sampai meminta pimpinan FBI untuk mundur dari jabatannya. FBI mendapat laporan dari seseorang yang mengaku dekat dengan terduga pelaku penembakan, Nikolas Cruz (19). Dalam laporannya yang bernada khawatir, ia seakan "meramal" bahwa Cruz bakal menjadi pelaku penembakan.

Sang pelapor tersebut menghubungi FBI pada 5 Januari 2018–beberapa minggu sebelum penembakan terjadi, untuk meminta bantuan pihak keamanan mengawasi Cruz.

"Pelapor mengatakan kalau Cruz memiliki senjata serta keinginan membunuh orang. Ditambah dengan unggahan-unggahan bernada kebenciannya di media sosial," kata pihak FBI dalam pernyataannya.

Seharusnya, FBI bisa langsung menghubungi agen FBI di Miami untuk melakukan penyelidikan. Namun, FBI tak melakukan pengembangan lebih lanjut. (*)

BERITA REKOMENDASI