Terpapar Covid-19, Korut Dilanda Panic Buying

DINAS intelijen Korea Selatan melaporkan bahwa rakyat Korea Utara dilanda fenome panik berbelanja banyak (panic buying) kebutuhan sehari-hari karena wabah virus corona atau Covid-19. Harga barang pun melambung.

Dalam sebuah sidang parlemen di Seol, Rabu (6/5/2020), dinas rahasia Korsel menyebutkan corona kemungkinan menelan banyak korban di Korea Utara sehingga pemimpin Kim Jong-un menghindari kegiatan-kegiatan publik dan rakyatnya panik berbelanja banyak.

Sejumlah media berita melaporkan, antrean panjang terlihat di banyak toko-toko yang menjual kebutuhan pokok. Sejumlah rak tampak kosong dan para pemilik toko membatasi belanja para pelanggan mereka.

Situs NK News, yang banyak memberitakan Korea Utara, melaporkan, situasinya persis seperti di negara-negara yang dihantam keras wabah virus corona.

Radio Free Asia melaporkan, harga-harga bahan-bahan kebutuhan pokok melambung karena aksi belanja rakyat Korea Utara.

Meskipun mengambil langkah-langkah karantina keras, Korea Utara bersikeras mengatakan tidak ada kasus penularan virus itu di dalam negeri. Banyak pakar kesehatan di luar Korea Utara meragukan pengakuan itu dan memperingatkan bahwa wabah penyakit akan sangat menyulitkan negara itu karena sistem layanan kesehatannya yang rapuh.

BERITA REKOMENDASI