Thailand Terapkan Eksekusi Suntik Mati

Editor: Ivan Aditya

THAILAND, KRJOGJA.com – Thailand menggelar eksekusi hukuman mati, pertama sejak 2009. Terpidana Theerasak Longi (26) dieksekusi dengan cara disuntik pada Senin (18/06/2018) keamrin. Eksekusi terhadap Longi dilakukan enam tahun setelah dinyatakan bersalah dan divonis hukuman mati, ungkap Departemen Pemasyarakatan Thailand.

Aktivis hak-hak asasi manusia (HAM) Amnesty Internasional menyebut eksekusi mati terhadap Longi sebagai tindakan 'tercela'. Eksekusi mati Longi dilakukan di saat mantan pemimpin kudeta Thailand, kini menjabat sebagia perdana menteri, Prayut Chan Ocha bersiap melakukan kunjungan resmi ke Inggris dan Perancis.

Prayuth, mantan panglima militer Thailand bakal mendapat pertanyaan-pertanyaan tak hanya soal hukuman mati, tapi juga situasi HAM sejak dia melakukan kudeta pada 2014. "Kami masih memiliki hukuman mati, kami belum menghilangkannya," kata Tawatchai Thaikaew, Wakil Tetap Menteri di Kementerian Kehakiman.

Departemen Pemasyarakatan Thailand yang mengawasi salah satu penjara terbesar di dunia itu mengatakan 325 narapidana telah dieksekusi sejak 1935, mayoritas oleh regu tembak. Praktik itu berakhir pada 11 Desember 2003. Sejak itu hingga 2009, enam napi dieksekusi dengan suntikan mematikan. (*)

BERITA REKOMENDASI