Tiba-tiba Erdogan Uninstall WhatApp

Editor: Ivan Aditya

TURKI, KRJOGJA.com – Kantor media Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyatakan berhenti menggunakan (uninstall) aplikasi pesan instan WhatsApp dan beralih menggunakan aplikasi perpesanan buatan lokal. Keputusan tersebut dilakukan menyusul adanya perubahan kebijakan kontroversial yang dilakukan WhatsApp terhadap data penggunanya.

Dalam pernyataan resminya pejabat kepresidenan mengatakan bahwa kantor media akan memberikan pembaruan informasi melalui aplikasi BiP, sebuah unit perusahaan komunikasi Turki Turkcell. Kepala Kantor Transformasi Digital Kepresidenan Turki, Ali Taha Koc mengkritik kebijakan baru WhatsApp yang memberikan pengecualian terhadap aturan baru tersebut untuk pengguna di Inggris Raya dan Uni Eropa.

“Perbedaan antara negara anggota Uni Eropa dan lainnya dalam hal privasi data tidak dapat diterima! Seperti yang telah kami kutip dalam Pedoman Keamanan Informasi dan Komunikasi, aplikasi asing menanggung risiko signifikan terhadap keamanan data,” tulis Koc.

Koc pun meminta agar pengguna WhatsApp di Turki untuk menggunakan aplikasi lokal seperti BiP dan Dedi. Perubahan privasi WhatsApp memungkinkan layanan itu berbagi data pengguna dengan perusahaan induk, Facebook serta Instagram dan Messenger yang berlaku mulai 8 Februari.

Pengguna dipaksa menyetujui kebijakan baru untuk tetap menggunakan WhatsApp setelah batas waktu tersebut. Upaya tersebut membuat Facebook bisa memonetisasi WhatsApp dengan mengizinkan bisnis untuk menghubungi klien mereka melalui platform dan menjualn produk kepada pengguna secara langsung. (*)

BERITA REKOMENDASI