Tidak Ada WNI Jadi Korban Topan Lekima di China

CHINA, KRJOGJA.com – Konsulat Jenderal RI di Shanghai memastikan tidak ada warga negara Indonesia yang menjadi korban Topan Lekima yang menerjang wilayah timur China.

"Sampai hari ini belum ada laporan mengenai warga kita yang menjadi korban bencana alam topan," kata Kanselari KJRI Shanghai Muhammad Arifin kepada Antara, Minggu 11 Agustus 2019, dikutip pada Senin (12/8/2019) malam.

Pihaknya terus memantau perkembangan atas bencana alam yang melanda sebagian besar wilayah timur daratan Tiongkok itu yang merupakan wilayah kerja KJRI Shanghai.

Sampai saat ini jumlah korban tewas akibat Topan Lekima yang menyebabkan tanah longsor di China telah mencapai 32 orang dan 16 hilang (menurut laporan sejumlah media lokal per-Senin 12 Agustus 2019).

Kemarin, jumlah korban tercatat 28 orang tewas dan 20 lainnya hilang.

Peningkatan jumlah korban tewas mungkin terjadi usai temuan empat jasad warga yang sebelumnya dinyatakan hilang.

Otoritas di Provinsi Zhejiang di timur China menambahkan bahwa 5 juta orang terdampak Topan Lekima, dengan satu juta di antaranya terpaksa mengungsi ke lokasi yang jauh lebih aman, demikian seperti dikutip dari BBC.

Topan Lekima menerjang pada dini hari Sabtu di Wenling, antara Taiwan dan ibukota keuangan Shanghai, membawa angin kencang dan hujan lebat.

Badai bergerak lebih jauh ke utara di pantai timur pada hari Minggu.

Sebagian besar korban tewas terjadi di kota Wenzhou di mana hujan lebat menyebabkan tanah longsor, kata media pemerintah.

Tanah longsor terjadi setelah sebuah bendungan alami terbentuk, mengumpulkan air dari hujan lebat sebelum memuntahkan isinya ke lokasi warga.

Tim tanggap bencana berjuang untuk menyelamatkan pengendara yang terdampak banjir dan mencari korban selamat di puing-puing bangunan yang rusak.

Di provinsi Zhejiang, Topan Lekima merusak lahan dan 34.000 rumah. Kerugian ekonomi langsung diperkirakan mencapai 14,57 miliar yuan (sekitar Rp 29 trilun), kata media pemerintah.(*)

BERITA REKOMENDASI